Jeffrey menuturkan pengurangan bahaya tembakau dapat dilakukan salah satunya melalui pemanfaatan produk tembakau alternatif.
Menurutnya, berhenti merokok secara langsung tidak mudah dilakukan bagi perokok dewasa karena dalam proses itu perokok dewasa akan mengalami gejala putus nikotin. Kondisi tersebut berpotensi untuk memicu mereka kembali merokok.
"Sebagai tenaga kesehatan, tidak mudah menyarankan kepada pasien untuk berhenti merokok karena sudah menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan. Modifikasi perilaku seperti mengunyah permen karet saat ini cenderung gagal," ungkap Jeffrey.
Pengurangan bahaya tembakau merupakan strategi alternatif bagi perokok dewasa yang selama ini kesulitan untuk beralih dari kebiasaan merokok.
Kajian ilmiah menjelaskan tembakau alternatif berupa rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin meminimalkan risiko kesehatan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pendekatan "harm reduction" untuk kurangi kebiasaan merokok