Yogyakarta (ANTARA) - Suara tangis langsung terdengar saat sebuah pintu sebuah ruang rawat inap di Rumah Sakit Charitas Klepu, Sleman pagi itu dibuka. Tampak anak di bawah umur lima tahun (balita) dalam gendongan yang tengah berusaha ditenangkan dengan diberikan air susu ibu (ASI).
“Iya kemarin demam, batuk, dan pilek. Kata dokter kena bronkitis. Ini pertama kalinya adik dirawat,” kata Miftah Nurrohmawati, sang ibu muda berusia 29 tahun menceritakan kondisi sang anak yang masih berusia 14 bulan bernama Elvanoradeva Kaivandra.
Warga Sleman ini mengaku sempat khawatir dengan kondisi anak keduanya yang sebenarnya tertular dari anak pertamanya, tidak hanya soal kondisi tetapi juga khawatir terkait biaya rumah sakit yang mungkin dikeluarkan.
“Kakaknya baru saja sembuh dari sakit batuk dan pilek. Ini malah adiknya sakit juga. Demam yang tidak kunjung sembuh, naik turun gitu panasnya jadi akhirnya saya periksakan. Apalagi buang air besar (BAB) adik juga encer,” katanya.
Miftah mengaku sempat khawatir soal biaya rumah sakit yang mungkin perlu dikeluarkan demi kesehatan sang buah hati dan hal itu ditepiskan oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia sekeluarga terdaftar menjadi peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah (PBPU PD Pemda) sejak November 2023.
“Iya khawatir lah..wah ini nanti habis berapa. Alhamdulillah semua gratis karena ditanggung oleh Program JKN. Sangat membantu sekali ini. Apalagi seperti kondisi saat ini dan sangat mendadak kejadiannya,” kata Miftah lega.
Ia mengaku sebenarnya tidak hanya sekali menggunakan kartu JKN, namun sudah berulang kali termasuk saat melahirkan kedua anaknya yang perlu mendapatkan perawatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Miftah mengakui bahwa dengan adanya Program JKN, ia dan keluarganya bisa mengakses layanan kesehatan yang lebih baik tanpa terhambat oleh biaya.
“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN. Sebagai keluarga dengan keterbatasan finansial, program ini sangat membantu. Tidak hanya saat sakit, tapi juga untuk pemeriksaan rutin dan imunisasi anak saya. Semua bisa saya akses dengan mudah dan tanpa biaya tambahan,” kata Miftah.
Menurutnya Program JKN telah memberikan rasa aman bagi banyak keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam hal biaya. Dengan adanya program ini, masyarakat tidak perlu khawatir jika harus mendapatkan perawatan medis yang
Miftah juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Daerah Sleman yang telah memfasilitasi dirinya dan keluarganya untuk terdaftar dalam program ini.
“Terima kasih banyak kepada Pemda Sleman yang telah mendaftarkan saya dan keluarga dalam Program JKN,” kata Miftah yang kembali menegaskan sangat terbantu dan memberi rasa tenang, karena kesehatan keluarga bisa terjaga tanpa harus khawatir dengan biaya pengobatan.
Bagi Miftah, Program JKN bukan hanya sekedar jaminan kesehatan, tetapi sebuah kepastian bahwa setiap keluarga berhak mendapatkan perawatan kesehatan yang baik dan terjangkau. Miftah berharap Pemda Sleman dapat memastikan seluruh warganya mendapatkan jaminan kesehatan melalui Program JKN. Dengan adanya program ini, ia merasa lebih siap menghadapi tantangan kesehatan keluarga tanpa perlu khawatir akan beban biaya yang berat.