Surabaya (ANTARA) - Persebaya ditahan imbang Dewa United 1-1 yang bermain dengan 10 orang pada pertandingan Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu malam tadi.

Gol Persebaya dicetak oleh Francisco Rivera pada menit ke-23, sedangkan gol Dewa United dicetak oleh Kafiatur pada menit ke-30.

Persebaya naik ke peringkat lima klasemen dengan 32 poin, sementara Dewa United naik ke posisi ke-10 dengan  24 poin.

Dewa United langsung menggebrak, namun kerap dipatahkan oleh pressing lini depan Persebaya.

Persebaya membuka peluang pada menit ke-14 namun sontekan Jefferson melebar ke sisi kanan gawang kiper Sonny Stevens.

Tuan rumah memecahkan kebuntuan pada menit ke-23 melalui gol Francisco Rivera setelah menerima umpan Malik Risaldi.

Dewa United menyamakan kedudukan pada menit ke-30 lewat sepakan keras Kafiatur dari luar kotak penalti yang tak bisa dijangkau kiper Persebaya Ernando Ari Sutaryadi.

Kedua tim meningkatkan intensitas permainan dengan saling melancarkan serangan.

Pada menit ke-37, Dewa United harus bermain dengan 10 pemain setelah Nick Kuipers, diganjar kartu merah karena  menjatuhkan Malik Risaldi di depan kotak penalti.

Unggul jumlah pemain, tim asuhan Bernardo Tavares meningkatkan intensitas serangan agar kembali unggul.

Sejumlah peluang diciptakan Persebaya melalui sepakan jarak jauh Toni Firmansyah dan Gali Freitas, tetapi belum membuahkan hasil.

Pada babak kedua, Bruno Moreira cs tampil lebih menekan, namun dihalau lini belakang Dewa United.

Meski bermain dengan 10 pemain, pemain-pemain asuhan Jan Olde Riekerink tetap efektif memainkan umpan kaki ke kaki.

Persebaya mencetak gol pada menit ke-89 lewat sundulan Mihailo Perovic, tapi dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan terjadi pelanggaran sebelum gol tercipta.

Berikutnya Persebaya melawat ke kandang Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu malam pekan depan. Pada hari yang sama Dewa United bertandang ke kandang Persik Kediri di Stadion Brawijaya.


Pewarta : Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026