Jakarta (ANTARA) - Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai negara-negara anggota D8 memiliki peluang untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan global, di tengah berbagai tantangan domestik yang masih dihadapi masing-masing negara.

“D8 beranggotakan delapan negara yang ingin maju tapi masih menghadapi tantangan domestik, tantangan pembangunan. Di situlah kita hendaknya membangun, berkontribusi agar D8 ini melakukan hal-hal yang tepat guna,” kata Rezasyah kepada ANTARA melalui sambungan telepon, Kamis.

Menurut dia, kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui sejumlah langkah strategis, seperti mendorong reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), membentuk Universitas D8, memperkuat sinergi pembangunan, serta melakukan standardisasi pendidikan, khususnya di bidang sains, teknologi, engineering, matematika, dan lingkungan.

Melalui sinergi itu, negara-negara anggota D8 juga diharapkan dapat saling memperkuat perekonomian masing-masing.

Baca juga: Kemlu: Keketuaan D-8 Indonesia fokus pada lima agenda prioritas

Bagi Indonesia, penguatan kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui sinkronisasi kebijakan, termasuk peningkatan kerja sama perdagangan dan perdagangan langsung melalui jalur laut.

“Kemudian KTT D8 harus sering mengumpulkan pemimpinnya, baik secara formal maupun informal. Kita bisa mempengaruhi jalannya perkembangan dunia. Apalagi Indonesia berada di D8, berada di ASEAN, berada di MIKTA, berada di mana-mana,” ujarnya.

Rezasyah menegaskan bahwa Indonesia merupakan simpul perdamaian dunia dan saat ini menjadi momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menunjukkan peran tersebut.

Terkait rencana penyelenggaraan KTT D8 di Jakarta pada April 2026, ia menilai Indonesia dapat menyelaraskan kepentingan nasional melalui pendekatan yang mengedepankan konsensus dan konsultasi.

Baca juga: Wamenlu: Indonesia akan bahas Solusi Dua Negara pada KTT D-8

“Kita bukan negara otoriter yang memaksakan keadaan, tidak. Kita juga bukan tipe negara yang memanfaatkan keketuaan untuk mengutamakan kepentingan nasional dan yang lain sekunder, tidak,” katanya.

“Kita selalu mengedepankan konsensus dan konsultasi. Di situlah kita mengedepankan kepentingan nasional kita dan juga kepentingan nasional bersama-sama,” kata Rezasyah.

Dengan pendekatan itu, katanya, Indonesia dinilai dapat tetap menyelaraskan kepentingan nasional dengan semangat kolektif D8, tanpa menempatkan diri sebagai pihak yang paling utama, melainkan mendorong kemajuan bersama seluruh negara anggota.

Baca juga: Kemenag dorong pengembangan industri halal perkuat peran RI di D-8

Baca juga: Presiden Prabowo ajak negara D-8 dorong perekonomian demi dukung Palestina









Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Teuku Rezasyah: D8 bisa berkontribusi bagi dunia

Pewarta : Katriana
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026