Yogyakarta (ANTARA) - PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga mengambil langkah preventif untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan dengan melakukan penggantian isolator korosif pada jaringan transmisi.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) pada Rabu (11/2), di Tower 32 Phasa R jalur SUTT 150 kV Bantul–Kalasan 1.
Pemeliharaan itu dilakukan dalam kondisi jaringan tetap bertegangan dengan beban arus mencapai 238 ampere yang menghubungkan sistem kelistrikan Bantul dan Kalasan.
Melalui metode PDKB, pekerjaan dapat dilaksanakan tanpa melakukan pemadaman listrik sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi pemeliharaan preventif PLN guna memastikan sistem transmisi tetap dalam kondisi optimal, terutama menjelang periode Ramadan ketika kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat, khususnya pada waktu sahur dan berbuka puasa.
Manager PLN UPT Salatiga Ardylla Rommyonegge menjelaskan penggantian isolator yang mengalami korosi merupakan upaya penting untuk menjaga performa jaringan transmisi.
Menurutnya isolator yang mengalami penurunan kualitas dapat memengaruhi keandalan penyaluran tenaga listrik apabila tidak segera ditangani.
“Melalui kegiatan ini kami memastikan potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini. Dengan demikian, sistem transmisi tetap andal dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas serta ibadah selama Ramadan dengan nyaman tanpa gangguan kelistrikan,” ujar Ardylla.
Ia menambahkan penerapan metode PDKB memungkinkan tim melakukan pemeliharaan secara efektif tanpa mengganggu kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan.
Seluruh rangkaian pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti prosedur operasional serta standar keselamatan kerja yang ketat. Tim PDKB memastikan setiap tahapan dilakukan secara presisi guna meminimalkan risiko sekaligus menjaga keamanan personel maupun peralatan.
Kegiatan ini juga merupakan wujud sinergi antara ULTG Yogyakarta dan tim PDKB UPT Salatiga dalam menjaga keandalan sistem transmisi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) Handy Wihartady menegaskan bahwa kesiapan sistem transmisi menjadi prioritas utama PLN dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, terutama pada momen-momen penting seperti Ramadan.
“Keandalan sistem kelistrikan tidak terjadi secara kebetulan, tetapi merupakan hasil dari perencanaan, pemeliharaan yang konsisten, serta dedikasi insan PLN di lapangan. Kami terus memastikan seluruh infrastruktur transmisi berada dalam kondisi prima agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan tenang,” ujar Handy.
Ia juga menambahkan bahwa PLN UIT JBT terus mendorong penguatan budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme, keselamatan kerja, serta inovasi dalam pengelolaan sistem transmisi.
“Komitmen kami adalah menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat. Hal ini hanya dapat dicapai melalui kepemimpinan yang kuat, kolaborasi tim yang solid, serta penerapan standar operasional yang disiplin di setiap lini pekerjaan,” tambahnya.
Melalui berbagai langkah pemeliharaan preventif dan penguatan keandalan sistem transmisi, PLN UIT JBT terus berupaya memastikan pasokan listrik tetap aman dan stabil guna mendukung aktivitas masyarakat, khususnya selama Ramadan 1447 Hijriah.