Yogyakarta (ANTARA) - Gathering 65 tahun Betjikdjojo Group yang diselenggarakan di Yogyakarta pada Sabtu (11/4) sebagai upaya salah satu penyedia energi dan distributor petrochemical tersebut dalan menguatkan etos kerja para karyawan agar nantinya bisa menjadi pimpinan perusahaan.

"Gathering ini pada dasarnya kami ingin menguatkan satu sama lain antara internal agar bisa memberikan sebuah warisan kepada karyawan-karyawan yang nantinya akan bisa menjadi pimpinan-pimpinan," kata Branch Manager Bintang Buana Energi (BBE) Randy Abirawa dalam keterangannya di Yogyakarta, Sabtu.

Dengan mengusung tagline A Years of Colaboration, melalui gathering tahun ini, pihaknya ingin menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk bisa saling membuat Betjikdjojo Group ini menjadi sebuah organisasi yang inklusif.

" jadi kita tidak memandang dulu siapa mereka apa latar belakangnya, namun kita menjadikan agar mempunyai satu visi dan misi yang bisa menjadi sebuah jenjang karir bagi mereka itu sendiri," katanya.

Dengan demikian, kata dia, harapannya nanti bisa menggambarkan bahwa warisan tidak hanya tertulis di hitam atas kertas, tetapi bisa menjadi sebuah hal yang bisa menjadi jati diri mereka sendiri.

Terlebih penyedia energi dan Petrokimia yang telah berada di tengah tengah masyarakat sejak 65 tahun lalu ini ingin selalu eksis memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia yang butuh sebuah energi untuk bisa menjalankan industrinya.

Terkait pemasaran, kata dia, sebagian besar langsung ke buyer industri, seperti hotel restoran dan rumah sakit terutama di Jawa Bali. Dan rencananya juga akan ekspansi ke Sumatera, dan daerah lain agar bisa memenuhi 38 provinsi di Indonesia.

Disinggung soal dampak dari perang di kawasan Timur Tengah, Randy mengakui sedikit berdampak terhadap usahanya, namun dengan fasilitas yang dimiliki dan relasi di area Asia juga sudah cukup kuat, maka tetap bisa memasok pelanggan dengan tanpa mengurangi kuantitas.

"Jadi secara suplai kami tetap bisa memenuhi dengan baik. Sampai saat ini juga tetap melayani dengan baik, walaupun ada penyesuaian harga, karena perang Timur Tengah berdampak ke seluruh energi, dan bahan-bahan yang memang berasal dari perut bumi," katanya.

Saat ini, kata dia, sudah ada 14 perusahaan yang menjadi entitas bisnisnya yang tidak hanya untuk layanan gas, tapi juga ada untuk bahan-bahan kimia seperti cat, tiner juga ada bahan baku kimia lainnya diperlukan untuk industri.

"Saat ini kami memastikan tidak ada merumahkan karyawan, tetap beroperasi seperti normal, karena memang harus melayani masyarakat, tidak mungkin tidak melayani, karena industri bisa mati, tidak bisa beroperasi," katanya.

Meski demikian, kata dia, ada beberapa hal yang akan dikoordinasikan kaitan dengan penerapan work from home (WFH) untuk efisiensi energi.

"Kalau misalkan dari ada kabupaten kota atau provinsi menyarankan untuk beberapa bagian atau departemen dari perusahaan untuk melaksanakan WFH, kami juga akan mengikuti peraturan pemerintah," katanya.


Pewarta : HRI
Editor : Hery Sidik
Copyright © ANTARA 2026