Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengharapkan talenta Indonesia menjadi produsen, pencipta, pengembang dan eksportir kekayaan intelektual (KI) budaya digital, tidak hanya sebagai konsumen.

"Kita harus memastikan bahwa Indonesia tidak berhenti sebagai konsumen, tetapi mulai bergerak menjadi produsen, pencipta, pengembang, dan eksportir KI budaya digital. Untuk itu, kita perlu memperkuat ekosistem melalui pembiayaan, riset, teknologi, manajemen produksi, kualitas talenta, pemasaran, distribusi, serta perlindungan KI," kata Fadli Zon saat peresmian Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia di Shanghai, China, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Fadli Zon menekankan animasi dan gim merupakan bagian dari Cultural and Creative Industries (CCIs) yang sangat strategis. Industri gim global diproyeksikan mencapai lebih dari 275 miliar dolar AS pada 2026, dengan pertumbuhan yang didorong oleh mobile gaming, e-sports, cloud gaming, dan distribusi digital.

Pada kuartal I 2026 Indonesia mencatatkan 870 juta unduhan mobile game dan memiliki 192 gamer (orang yang bermain gim) atau sekitar 43 persen dari total pemain gim di Asia Tenggara.

Baca juga: Kemenekraf kemukakan perlunya platform untuk mewadahi gim lokal

Baca juga: Ajang kompetisi menjadi wadah eksperimen talenta digital kembangkan gim

Nilai pasar gim domestik Indonesia diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar Amerika Serikat. Tapi, kata Fadli Zon, pasar gim tanah air saat ini masih didominasi gim asing. Oleh karena itu dia mendorong Indonesia perlu bergerak dari konsumen menjadi produsen.

Menbud Fadli Zon menilai China merupakan salah satu pusat utama industri budaya digital dunia, dengan ekosistem teknologi, skala produksi, jaringan industri, distribusi, dan kemampuan komersialisasi yang sangat kuat.

Sementara itu, Indonesia memiliki cadangan budaya terkaya di dunia yang dapat menjadi sumber narasi, karakter dan visualitas bagi pengembangan karya digital.

"Bagi para kreator, Indonesia adalah semesta cerita. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan budaya ini diolah secara kreatif, akurat, dan kompetitif; bagaimana budaya tidak berhenti sebagai ornamen visual, tetapi menjadi sumber pengetahuan, narasi, karakter, dan world-building yang kuat," kata dia.

Menbud Fadli Zon berharap Pusat Penelitian dan Pengembangan Bersama Animasi dan Video Game Sino-Indonesia dapat menjadi jembatan antara teknologi Tiongkok dan imajinasi budaya Indonesia, antara talenta muda kedua bangsa dan pasar global, serta antara persahabatan diplomatik dan karya kreatif yang nyata.

Pembangunan pusat penelitian itu juga diharapkan menghasilkan pengembangan KI bersama berbasis cerita, karakter, nilai dan lanskap budaya Indonesia-China; penguatan talenta animasi dan gim; penguatan kolaborasi pemerintah, universitas dan industri; pengembangan basis data dan aset budaya digital secara bertanggung jawab; perluasan akses karya ke pasar Indonesia, China, Asia Tenggara, dan global; serta penguatan diplomasi budaya melalui karya digital.








Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Fadli Zon harap Indonesia jadi produsen dan eksportir budaya digital