Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti mengatakan perluasan pasar internasional merupakan salah satu fondasi penting bagi Indonesia untuk menghadapi dinamika dan tantangan geopolitik global saat ini.

“Agar kemudian kita bisa betul-betul memastikan bahwa di tengah kondisi geopolitik seperti ini, kita tetap mempersiapkan sebuah fondasi untuk dapat dipergunakan oleh para pelaku usaha,” kata Wamendag Roro di sela FLEI Business Show 2026 di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, produk-produk dan talenta dalam negeri harus berdaya saing tinggi agar dapat Indonesia mampu bertahan dan target perluasan akses pasar global dapat tercapai di tengah berbagai tantangan saat ini.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto selalu mengarahkan kami yang ada di dalam kabinetnya untuk bagaimana caranya kita bisa resilien. Kita harus tetap bisa menjadi negara yang berdaya saing, dan harus menjadi negara yang bisa mengoptimalkan hubungan baik kita dengan negara-negara lain,” ujar Roro.

Ia menambahkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga mengupayakan perluasan pasar melalui berbagai perjanjian dagang internasional.

Adapun beberapa contoh perjanjian dagang tersebut antara lain Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA), Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Tunisia (IT-PTA), Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Peru (IP-CEPA), hingga Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

“Lalu kemudian kemarin IJEPA (Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang) juga upgrading, kita sedang upayakan juga,” kata Wamendag.

Selain memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat dan membidik pasar nontradisional, Roro mengatakan kolaborasi Kemendag dengan para pengusaha di dalam negeri juga menjadi penting agar perjanjian dagang yang terjalin dapat dimanfaatkan bersama.

“Di satu sisi kita membuka akses pasar, kita melakukan perundingan perdagangannya, tetapi ini juga harus dimaksimalkan, digunakan oleh para pelaku usaha,” kata Wamendag Roro.

“Karena keberhasilan dari beberapa perjanjian dagang yang sudah kita dorong, itu muaranya juga adalah bagaimana B-to-B (business to business) conversation yang terjadi,” ujarnya menambahkan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamendag: Perluasan pasar global fondasi hadapi situasi geopolitik