Yogyakarta (ANTARA) - Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada Senin (11/5) dengan mengusung tema “Cooperation for New Development in Energy” dan berfokus pada pemanfaatan batu bara bersih, pembangunan tambang hijau, pertambangan cerdas, dan integrasi energi baru.
Ajang ini berkomitmen menjadi platform profesional tingkat tinggi yang menghubungkan Indonesia-Tiongkok untuk mendukung transformasi industri batu bara dan energi global, serta berfungsi sebagai mekanisme kerja sama strategis untuk mendorong komunikasi kebijakan, pertukaran teknologi, serta realisasi proyek kedua negara.
Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri energi terkemuka dari Indonesia dan Tiongkok; Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Priyadi; Chief Representative China Council for the Promotion of International Trade Representative Office in Indonesia Niu Liangliang; serta Chairman Shixin International Exhibition Group Co., Ltd. Cao Linbing.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Tri Winarno, serta Wakil Ketua China National Coal Association Xie Hongxu menyampaikan pidato utama dalam forum utama, sekaligus menegaskan standar tinggi, profesionalisme, dan karakter internasional dari penyelenggaraan konferensi ini.
Dibandingkan tahun lalu, skala pameran tahun ini meningkat lebih dari 30 persen dengan luas area mencapai 20.000 meter persegi, dimana lebih dari 150 perusahaan yang mencakup seluruh rantai industri mulai dari eksplorasi batu bara, penambangan, pencucian dan pengolahan, transportasi logistik, pengelolaan lingkungan, energi baru, hingga operasional dan pemeliharaan ikut berpartisipasi dalam pameran ini.
Sejumlah perusahaan terkemuka industri seperti China Coal Technology & Engineering Group, Sinopec, Huawei, XCMG Group, Xukuang Group, Shandong Energy, CRRC Datong, LiuGong Machinery, Shaanxi Automobile Group, Taiyuan Heavy Industry, CCCC Tianhe, Longking Environmental Protection, dan Cidi Intelligent Driving turut hadir menampilkan teknologi mutakhir dan solusi terintegrasi mereka.
Rangkaian hari pertama diisi dengan kunjungan VIP, diskusi panel, hingga penandatanganan kerja sama strategis antarperusahaan kedua negara.
Salah satu implementasi nyata dilakukan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Shanghai Ganglian E-Commerce Holdings dan Asosiasi Industri Kokas Indonesia.
Pameran ini juga menggelar Indonesia International Clean Coal Utilization and Green Mining Conference yang membahas pembangunan tambang hijau, transformasi cerdas, serta jalur pengurangan emisi karbon.
Dalam kesempatan yang sama, Huawei meluncurkan solusi digital untuk mendukung transformasi hijau dan rendah karbon sektor pertambangan Indonesia.
Pihak penyelenggara ICEE menyampaikan Indonesia merupakan salah satu pasar energi penting di Asia Tenggara, sementara Tiongkok memiliki pengalaman matang dan kemampuan industri yang kuat dalam pemanfaatan batu bara bersih, peralatan pertambangan, manajemen digital, dan transformasi hijau.
Pihak penyelenggara mencatat ajang ini diikuti oleh 300 tamu industri, 50 pembicara, dan ditargetkan menarik 15.000 kunjungan profesional, dengan undangan khusus penonton profesional mencakup sekitar 70 persen dari total kapasitas produksi batu bara lokal di Indonesia dan lebih dari 600 pembeli potensial.
Selama pameran, diselenggarakan pula sesi khusus perdagangan batu bara untuk membahas logistik, kepabeanan, hingga mekanisme kerja sama jangka panjang dan penyelenggara menyatakan nilai utama ICEE adalah membangun platform kerja sama yang efisien berdasarkan potensi saling melengkapi antara kedua negara.
Ke depan, ICEE berkomitmen terus memperkuat jaringan kerja sama antara pemerintah, asosiasi, perusahaan, dan pemilik modal kedua negara.
Platform ini diharapkan mampu mendorong industri energi kawasan menuju masa depan yang lebih hijau, cerdas, dan berkelanjutan.