
Panen raya padi situbagendit lereng Merapi meningkat

Padi jenis ini akan terus dikembangkan, karena nasinya lebih empuk dan enak"
Jogja (ANTARA Jogja) - Panen raya padi jenis Situbagendit di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat yakni menghasilkan padi basah tujuh ton per hektare, dari biasanya lima ton.
"Hasil ini meningkat signifikan jika dibanding dengan padi jenis lainnya yang hanya mampu menghasilkan padi basah sekitar lima ton per hektare," kata Camat Cangkringan Bambang Nur Wiyono, Selasa.
Menurut dia, padi jenis situbagendit di Kecamatan Cangkringan di kembangkan di sejumlah wilayah seperti di Dusun Dongkelsari, Desa Wukirsari Cangkringan.
"Situbagendit di Dusun Dongkelsari hasilnya tujuh ton per hektare, biasanya cuma lima ton per hektare. Hasil ini tergolong baik," katanya.
Ia mengatakan, di Kecamatan Cangkringan memiliki 19 titik percontohan padi jenis situbagendit masing-masing luasnya satu hektare.
"Harapannya jenis padi ini terus dikembangkan karena nasinya lebih empuk dan enak," katanya.
Bambang mengatakan, padi jenis situbagendit ini perawatannya mudah yang penting cari bibitnya berlabel dipastikan 60 persen berhasil.
"Sisanya 40 persen tinggal perawatan petani, kalau dirawat dengan baik maka hasilnya tentu juga akan baik," katanya. (V001)
Pewarta :
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
