
PB PON siapkan 1.196 paramedis

Pekanbaru (ANTARA Jogja) - Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XVIII mempersiapkan sebanyak 1.196 paramedis untuk ditempatkan pada 10 kota dan kabupaten sebagai lokasi PON 18 di Riau pada 9-22 September 2012.
"Kami akan menempatkan para medis pada setiap arena pertandingan tentunya didampingi dokter," kata Kabid Humas PB PON, Khairul Rizki di Pekanbaru, Rabu.
Ia mengatakan paramedis tersebut disebar ke arena pertandingan yang berada pada 10 kabupaten dan kota di Riau.
Pada PON 2012 ditetapkan beberapa kota dan kabupaten di Riau di antaranya di Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis.
Selain itu, PB PON juga menyiapkan sebanyak 548 dokter untuk memantau kondisi kesehatan para atlet, ofisial pada tiap arena pertandingan.
Pada setiap arena pertandingan diupayakan ada posko kesehatan dan lengkap dengan tenaga medis dan peralatan penunjang serta obat-obatan.
Apabila diperlukan juga disediakan ambulans seperti pada PON 2004 di Sumatera Selatan dan PON 2008 di Kalimantan Timur.
Sebelumnya, sebanyak enam atlet paralayang dari Riau berencana mengikuti kejuaraan terbuka di Bangkok, Thailand, sebagai ajang uji coba untuk mengukur kemampuan atlet mengadapi lawan pada PON 2012.
"Rencana kami sudah matang untuk membawa enam atlet ke Thailand sebagai ajang uji coba menghadapi lawan di PON," kata pelatih paralayang Riau, Sugeng.
Ia mengatakan para atlet sengaja dibawa ke Thailand agar mereka dapat mempersiapkan diri secara baik, sehingga pada PON dapat mempersembahkan medali emas kepada tuan rumah.
Menurut dia, cabang paralayang juga merupakan andalan yang dicanangkan KONI Riau untuk merebut medali emas PON seperti tinju, sepatu roda maupun atletik.
Sugeng mengatakan kejuaraan di negara "gajah putih" itu diikuti oleh beberapa peserta dari Asia lainnya.
Hal itu, kata dia, merupakan kesempatan terbaik bagi atlet, karena bila tidak mengikuti uji tanding tersebut maka tidak dapat mengetahui sejauh mana kemampuan mereka.
Sugeng tidak dapat mematok target pada kejuaraan tersebut, tapi tentunya para atlet harus menjalani lomba dengan maksimal.
(A047)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
