Logo Header Antaranews Jogja

Montpellier juara Prancis melalui final yang rusuh

Senin, 21 Mei 2012 10:10 WIB
Image Print
Para pemain Montpellier meluapkan kegembiraan setelah menjuarai Liga Prancis (Foto sindikasi.net)

Paris (ANTARA/AFP/Reuters Jogja) - Montpellier meraih gelar juara Liga Prancis (Ligue 1) untuk pertama kali dalam sejarah, setelah menang 2-1 di Auxerre pada pertandingan final yang berlangsung rusuh, Minggu, sehingga wasit harus menghentikan laga dua kali karena protes penonton.

Tim urutan kedua Paris Saint-Germain mengeluarkan segenap kekuatan mereka untuk memenangi pertandingan 2-1 di Lorient, dan penundaan pertandingan di Auxerre membuat tim asuhan Rene Girard harus tahan nafas karena kesuksesan mereka musim ini masih belum pasti.

Akhirnya Montpellier menyelesaikan musim ini dengan keunggulan tiga poin di atas PSG pada klasemen akhir, sehingga klub dari kawasan selatan itu --urutan ke-14 pada kompetisi Ligue 1 musim lalu-- meraih gelar besar pertama sejak Pial Prancis pada 1990.

"Saya kira kami pantas mendapatkan gelar itu," kata pelatih Montpellier Girard dalam wawancara di tepi lapangan setelah wasit meniup pluit panjang pada akhir permainan.

"Ini benar-benar pertarungan keras dari awal hingga akhir. Jika melihat raihan poin, tiga klub teratas (Montpellier, PSG dan Lille) melakoni musim luar biasa," katanya.

Pertandingan cukup menegangkan, terlebih ketika Auxerre memecah jalan buntuk lewat gol pada menit ke-20 di Stade Abbe Deschamps, ketika Olivier Kapo menggetarkan jalan gawang Montpellier dari arah pojok pertahanan lawan.

Gol itu membuat Montpellier tidak akan berhasil meraih gelar musim ini, tetapi mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-32 ketika John Utaka berhasil memanfaatkan umpan panjang dari rusuk kanan yang dilayangkan Suleymane Camara.

Pendukung Auxerre melancarkan protes atas terdegradasinya tim mereka -- dengan melemparkan bola tenis dan benda lainnya ke lapangan-- pada awal babaka kedua, sehingga para pemain hasus kembali ke ruang ganti pakaian mereka.

Ketika pertandingan dimulai lagi, Montpellier terlambat 19 menit dari laga Lorient-PSG dan dengan kemenangan PSG, berarti tim puncak Montpellier semakin grogi meneruskan permainan mereka.

Penjaga gawang Geoffrey Jourdren menahan tendangan keras dari Delvin N'Dinga, sebelum benda-benda keras kembali masuk lapangan dan wasit terpaksa kembali menunda pertandingan selama 20 menit.

Ketika para pemain PSG menyaksikan pertandingan itu dari televisi di Lorient, polisi antihuru-hara mulai mendinginkan para penontong yang melancarkan protes dan setelah itu pertandingan dapa dimulai.

Masih ada 16 menit lagi waktu pertandingan, ketika Utaka membuat pendukung tim tamu lega ketika menambah gol timnya pada menit ke-76, ketika mencetak gol kedua sekaligus meraih gelar juara mereka di Stade de la Mosson untuk pertama kalinya.

Pemain Montpellier, Olivier Giroud, mengakhiri permainan musim ini sebagai pencetak gol terbanyak Ligue 1, sama dengan yang dicetak pemain PSG Nene dengan 21 gol, terapi ia lebih sedikit mencetak gol penalti.

PSG butuh kemenangan untuk meraih gelar juara, tetapi mereka kandas pada menit ke-28 di Lorient ketika Kevin Monnet-Paquet melakukan gebrakan melewati Zoumana Camara.

Tim asuhan Carlo Ancelotti itu menyamakan kedudukan pada menit ke-61 melalui pemain dengan rekor bayaran terbesar Javier Pastore dan memastikan kemenangan lewat Thiago Motta 15 menit menjelang laga usai, tetapi PSG tidak berhasil menahan laju Montpellier yang berhasil mendapatkan tiga poin pada laga akhir mereka itu.

"Saya amat kecewa karena kami tidak mendapat gelar juara, tetapi tim kami sudah melakukan yang terbaik musim ini. Kami mengalami kesulitan pada beberapa pertandingan sebelumnya," kata Ancelotti.

"Montpellier memiliki musim luar biasa, seperti juga dilakukan PSG, dan rasanya senang maju ke kompetisi Liga Champions, karena kompetisi itu amat kuat," katanya.

Pada pertandingan lain, Bordeaux menang 3-2 di Saint-Etienne, sehingga menekan lawan mereka ke urutan kelima dan maju ke kompetisi Liga Eropa, sedangkan Rennes ke urutan keenam setelah menang 5-0 di Dijon, sehingga tim kalah ini turun ke kompetisi Ligue 2.

Caen juga terdegradasi ke kompetisi Ligue 1 setelah kalah 1-3 di Valenciennes. Eden Hazard mengakhiri pertandingan Lille dengan membuat hatrik pertama dalam kemenangan 4-1 di kandang atas Nancy.

Tim urutan keempat Lyon kalah 3-4 di kandang atas Nice sedangkan
Marseille kandas 0-1 di Sochaux dan mengakhiri musim ini dengan berada di urutan ke-10.

Lorient mengakhiri musim mereka dengan berada satu poin di atas zona degradasi sedangkan Ajaccio menang 2-0 di Toulouse dan Brest menghindari zona berbahaya setelah menang 1-0 atas tim urutan kesembilan, Evian.

(A008)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026