
15 negara ikuti Dream 2012

Jogja (ANTARA Jogja) - Sebanyak 61 mahasiswa dari 15 negara akan mengikuti International Students Summer Program bertajuk Dream 2012 yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, 1-14 Juli 2012.
"Pada tahun ini Dream mengangkat tema `Alternatif Education` atau pendidikan alternatif," kata Asisten Wakil Rektor Senior Administrasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia UGM Bidang Khusus Kerja Sama Luar Negeri Rachmat Sriwijaya di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, tema yang diangkat itu sesuai dengan misi UGM untuk turut berkontribusi pada pembangunan masyarakat, khususnya melalui pendidikan.
Dalam Dream tahun ini, kata dia, UGM ingin mencoba memperkenalkan pendekatan dan metode yang inovatif dalam memberikan pendidikan dan pengajaran bagi setiap kelompok masyarakat.
"Seluruh peserta akan dilibatkan dalam berbagai aktivitas yang dirancang secara khusus untuk memberikan pemahaman yang mendalam seputar tema yang diangkat melalui kuliah umum, tutorial, layanan masyarakat, dan `short internship`," katanya.
Ia mengatakan, penyelenggaraan program Dream ditujukan untuk memberikan pengalaman akademis dan sosiokultural kepada para peserta.
Selain itu, juga menciptakan "mutual understanding" di antara peserta yang berasal dari berbagai negara yang nanti akan menjadi pemimpin dunia di masa depan.
"Ke-15 negara yang akan mengirimkan mahasiswanya dalam program Dream 2012 adalah Afrika Selatan, Argentina, Australia, Belanda, Brunei Darussalam, China, Denmark, Indonesia, Jepang, Jerman, Malaysia, Mesir, Nigeria, Selandia Baru, dan Vietnam," katanya.
Project Coordinator Dream 2012, Diah Kristina mengatakan, selain mengikuti kegiatan akademik, seluruh peserta juga akan diajak berkunjung ke beberapa objek wisata dan budaya di Yogyakarta dan sekitarnya.
"Kunjungan ke sejumlah objek wisata itu dimaksudkan juga sebagai ajang promosi pariwisata dan budaya Indonesia, khususnya Yogyakarta," katanya.
Menurut dia, untuk kegiatan "community service" atau kuliah kerja nyata (KKN) akan dilakukan di Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Para peserta akan menginap di rumah penduduk selama sekitar empat hari untuk mengenal lebih dekat masyarakat lokal. Peserta juga akan diajak untuk belajar di lapangan dengan melakukan `short internships` ke sejumlah institusi di DIY seperti SD Tumbuh, Madrasah Mualimin, Yakkum, Komunitas Cemara, dan Yayasan Kampung Halaman," kata Diah.
(B015)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
