Logo Header Antaranews Jogja

NPL UMKM masih di bawah lima persen

Rabu, 11 Juli 2012 10:51 WIB
Image Print
Bank Indonesia (Foto ardi-lamadi.blogspot.com)

Tanjungpinang (ANTARA Jogja) - Bank Indonesia mengatakan berdasarkan skala "Non Performing Loan/NPL" atau kredit kurang lancar, diragukan dan macet, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah masih di bawah lima persen.

"Data Maret 2012, skala NPL UMKM sebesar 3,92 persen dan itu masih jauh dari batas maksimal 5 persen serta tergolong relatif masih baik," kata Analis Kredit Senior Departemen Kredit BPR dan UMKM Bank Indonesia, Wiwin Purwati usai menjadi pembicara dalam sosialisasi pendirian Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa.

Wiwin mengatakan, berdasarkan skala NPL tersebut, untuk usaha mikro NPL- nya sebesar 3,5 persen, usaha kecil sebesar 5,3 persen, usaha menengah 3,1 persen dan kredit perbankan 2,3 persen.

Untuk angka kredit UMKM pada posisi April 2012, menurut Wiwin sebesar 20,65 persen dari total kredit perbankan. Sementara berdasarkan skala usaha paling besar, diberikan kepada usaha menengah sebesar 47,48 persen, usaha kecil 31,84 persen dan usaha mikro 20,68 persen.

"Sedangkan berdasarkan penggunaannya terbesar untuk modal kerja sebesar 77,67 persen, sisanya untuk investasi," katanya.

Bank Indonesia tetap berupaya untuk mendorong peningkatan penyaluran kredit oleh perbankan kepada UMKM.

Pendirian Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD) di daerah, menurutnya dapat secara langsung mendorong perbankan dalam penyaluran kredit kepada UMKM dengan adanya pembagian risiko kredit.

"BI di daerah juga mempunyai peranan sebagai fasilitator antara pemerintah daerah, DPRD dan perbankan di daerah dalam upaya percepatan pendirian PPKD," katanya.

(KR-HKY



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026