Logo Header Antaranews Jogja

Bantul hemat 20 persen konsumsi BBM bersubsidi

Kamis, 26 Juli 2012 12:49 WIB
Image Print
ILUSTRASI (foto antaranews.com)

Bantul (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, diperkirakan dapat menghemat konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi hingga 20 persen menyusul kebijakan pembatasan BBM bersubsidi dari pemerintah pusat.

"Melihat jumlah kendaraan dinas di Bantul, konsumsi BBM di Bantul bisa dihemat hingga 20 persen," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bantul Sulistyanto di Bantul, Kamis.

Menurut dia, sesuai peraturan pemerintah pusat yang mengharuskan semua kendaraan dinas, baik pemda, BUMN, intansi vertikal pemerintah menggunakan pertamax mulai 1 Agustus 2012, dan Pemkab Bantul menyatakan siap.

Ia menyebutkan jumlah kendaraan dinas di Pemkab Bantul mencapai 402 unit mobil dan sebanyak 1.198 unit kendaraan roda dua, yang semuanya wajib memakai pertamax.

"Jelas ada pengurangan yang cukup besar, harapan kami dengan penggunaan pertamax untuk kendaraan dinas, konsumsi BBM bersubsidi bisa dikendalikan, karena jika tidak, kemungkinan Agustus sudah habis," katanya.

Ia mengatakan, kuota premium untuk Kabupaten Bantul pada 2012 sebanyak 108.813 kiloliter, dengan kebijakan itu diharapkan penggunaaan BBM bersubsidi masih bisa mencukupi hingga akhir tahun.

"Konsumsi terhadap BBM bersubsidi bisa dimaksimalkan untuk masyarakat dari kalangan usaha kecil menengah (UKM), pertanian dan angkutan umum yang memang berhak," katanya.

Menurut dia, terkait kesiapan penggunaan pertamax untuk mobil dinas Bantul, pihaknya telah menyosialisasikan dengan mengundang pejabat setempat juga pihak pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

"Secara teknis mulai Agustus pihak SPBU akan mengarahkan kendaraan dinas menggunakan pertamax. Untuk pejabat sendiri bisa meminta nota usai membeli pertamax," katanya.


(T.KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026