
Ikrar terharu baca buku Tjiptaning

Jakarta (ANTARA Jogja) - Pakar Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti mengaku terharu dengan buku politikus PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning "Menyusuri Jalan Perubahan" karena serupa dengan nasib yang dialaminya.
"Saya baru membaca sampai halaman 60, saya terharu dengan apa yang ada di dalam buku itu," ujar Ikrar dalam bedah buku itu di Jakarta, Kamis.
Ikrar mengatakan apa yang dialami Ribka sama dengan yang dialaminya, karena kedua orang tuanya juga aktif dalam Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Ada dua hal yang dijelaskan dalam buku ini. Pertama, banyak orang mengatakan kalau PKI itu atheis, tapi nyatanya Ribka Tjiptaning dalam bukunya selalu menyebut nama Tuhan," ujar Ikrar.
Bahkan, ayah Ikrar yang aktif di PKI adalah lulusan Pondok Pesantren Tebo Ireng itu khatam Alquran dan mengerti agama.
Kemudian yang kedua, kata Ikrar, mengenai kesamaan dirinya dengan keluarga Ribka Tjiptaning dalam berpenampilan.
"Ayah Mbak Ning, panggilan akrab Ribka, melarang istrinya menggunakan perhiasan karena masih banyak orang miskin. Begitu juga orang tua saya yang melarang saya memakai baju baru ketika lebaran karena masih banyak orang miskin di sekitar rumah," katanya.
Selain itu, sebagai anak dari orang tua yang aktif di organisasi yang dilarang pada masa itu, Ikrar merasakan kesulitan ketika melamar pekerjaan.
Ia mengatakan apa yang dialami Ning, adalah perjuangan dan tidak boleh berhenti berjuang. "Buku ini mengajarkan keberanian, meskipun sulit dalam menjalaninya," katanya.
Buku Ribka Tjiptaning yang diterbitkan Penerbit JAKER itu, ditulis oleh AJ Susmana dan Kelik Ismunanto.
Buku setebal 293 halaman tersebut bercerita tentang perjalanan pergerakan yang dilalui Ribka Tjiptaning sejak kecil hingga saat ini.
(I025)
Pewarta :
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
