Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo optimistis Korean Surimi tanamkan modalnya

Sabtu, 28 Juli 2012 12:38 WIB
Image Print
ilustrasi (foto antaranews.com)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, optimistis perusahaan Korean Surimi, yaitu investor dari Korea akan menanamkan modalnya di sektor perikanan di kabupaten itu.

"Kami masih terus melakukan komunikasi dengan Korean Surimi. Komunikasi terakhir pekan lalu. Mereka masih berkeinginan menanamkan modalnya di Kabupaten Kulon Progo," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Budi Wibowo, di Kulon Progo, Sabtu.

Ia mengatakan masuknya modal dari Korean Surimi masih menunggu kepastian beroperasinya Pelabuhan Tanjung Adikarto, Kulon Progo.

Sebab, kata dia, kunci utama masuknya investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri di sektor perikanan dan turunannya, sangat ditentukan dari kepastian beroperasinya Pelabuhan Tanjung Adikarto.

"Meski demikian, kami tetap optimistis Korean Surimi dan investor lainnya akan menanamkan modalnya di kabupaten ini. Kalau tidak, juga tidak masalah, masih banyak investor lokal yang siap berinvestasi," kata Budi.

Ia juga mengatakan investor dari Korea yakni Korean Surimi dan Don Deuk sudah menandatangani perjanjian `Letter of Intent` yang menyatakan kesiapan untuk berinvestasi di Kulon Progo.

Sedangkan investor dalam negeri, kata dia, yakni PT Indo Baja, perusahaan gabungan dari investor Thailand dan Malaysia, juga tertarik untuk menanamkan modalnya di Kulon Progo.

"Investor Korean Surimi rencananya akan mendirikan perusahaan pengalengan ikan yang orientasinya untuk pasar Eropa, dan pabrik coldstoried," katanya.

Sedangkan Don Deuk, menurut Budi, akan membangun pabrik Coldstoried.

Ia mengatakan Korean Surimi telah memesan lahan seluas 3.000 hektare di sekitar Dermaga Adikarta untuk mendirikan perusahaan pengalengan ikan, dan coldstoried.

"Korean Surimi sudah melakukan survei ke tempat pelelangan ikan di Kabupaten Bantul, dan Sadeng di Kabupaten Gunung Kidul," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026