Logo Header Antaranews Jogja

Oligopoli perdagangan daging harus diakhiri

Selasa, 14 Agustus 2012 12:53 WIB
Image Print
Ilustrasi penjual daging (Foto ANTARA/Noveradika)

Jakarta (ANTARA Jogja) - Ketua DPR RI Marzuki Alie mengemukakan oligopoli perdagangan daging di Indonesia harus segera diakhiri dengan membuka peluang kepada negara lain untuk memasarkan dagingnya.

"Harga daging sudah tidak masuk akal. Perdagangan daging di Indonesia sudah sejak lama dikendalikan oleh mafia yang mengambil keuntungan berlebihan tapi menyusahkan rakyat," katanya di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, masuknya daging ilegal sebagai bukti bahwa perdagangan daging sangat menggiurkan.

Marzuki Alie selaku Presiden AIPA saat berkunjung ke India memenuhi undangan Ketua Parlemen India Lok Sabha menerima keluhan dari eksportir daging India yang tidak pernah berhasil masuk ke Indonesia, padahal mereka sudah ekspor ke Malaysia dan sebagiannya masuk ke Indonesia melalui Batam.

Harga daging di India sangat murah, hanya sekitar Rp20.000 per kilogram dikonversi dari uang rupee. Alasan penyakit mulut dan kaki itu adalah alasan yang dicari-cari karena kejadian itu sudah lama sekali.

Saat ini, kata dia, Pemerintah India pun menjamin bahwa daging yang berasal dari India sehat untuk dikonsumsi.

Marzuki meminta Mentan utuk membuka ruang yang lebih besar bagi importir agar masyarakat tidak dirugikan karena mafia impor yang beralasan membela kepentingan rakyat demi untuk mendapatkan hak oligopoli yang mendapatkan keuntungan besar.

Bila perlu Mentan berkunjung ke India untuk meyakini bahwa penyakit mulut dan kaki itu hanya isu yang sudah tidak bisa dipertanggungjawabkan lagi, katanya.
(S023)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026