Logo Header Antaranews Jogja

Maguwo ekspres dukung pariwisata DIY

Rabu, 15 Agustus 2012 13:42 WIB
Image Print
Ilustrasi KRDE Maguwo Ekspres (Foto komhukum.com)

Jogja (ANTARA Jogja) - Pengoperasian kereta komuter relasi Purwokerto-Maguwo-Cilacap, Maguwo Ekspres akan mendukung perkembangan pariwisata di Provinsi DIY, kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

"Keberadaan Maguwo Ekspres yang terkoneksi dengan Bandara Adi Sutijpto akan semakin mendukung perkembangan pariwisata di Yogyakarta dan Sleman, serta di DIY pada umumnya," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang turut hadir dalam peluncuran Maguwo Ekspres di Stasiun Maguwo Sleman, Rabu.

Menurut dia, salah satu unsur penting dalam upaya pengembangan industri pariwisata adalah keberadaan moda transportasi umum yang baik.

Di Yogyakarta, lanjut Haryadi, sudah memiliki moda transportasi umum yang cukup baik, karena sudah terhubung dengan kereta api, dan bus kota atau Trans Jogja disamping pesawat terbang.

Ia berharap, di masa yang akan datang akan ada pengembangan interkoneksi antara stasiun kereta api dengan bandara berupa kemudahan melakukan "check in" pesawat.

"Calon penumpang pesawat bisa melakukan semacam `city check in` di stasiun kereta api. Dengan demikian, para penumpang pesawat pun akan lebih banyak mengakses kereta api untuk menuju bandara," katanya.

Ia mengatakan, transportasi umum yang bagus dan layak akan mampu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan sehingga kemacetan lalu lintas bisa terus ditekan.

Sedangkan Bupati Sleman Sri Purnomo yang juga hadir dalam peluncuran Maguwo Ekspres mengatakan, peluncuran Maguwo Ekspres menjelang Lebaran tersebut sangat tepat karena bisa menurunkan tingkat kepadatan arus lalu lintas di jalan raya.

"Setiap Lebaran, kondisi arus lalu lintas di DIY akan sangat padat. Karenanya, keberadaan kereta sebagai alternatif transportasi darat bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya," katanya.

Namun demikian, ia mengkritik jadwal keberangkatan Maguwo Ekspres yang hanya memberikan pelayanan satu kali sehari ke Yogyakarta tersebut.

"Jika dimungkinkan, pelayanan bisa dilakukan lebih sering sehingga masyarakat benar-benar memiliki banyak pilihan untuk datang ke Yogyakarta," katanya.

Kereta Maguwo Ekspres tersebut setiap hari diberangkatkan dari Purwokerto pada pukul 07.00 WIB dan sampai di Stasiun Maguwo pada pukul 10.57 WIB dengan melalui sejumlah stasiun yaitu Kroya, Sumpyuh, Gombong, Kebumen, Kutoarto dan Yogyakarta.

Kereta kemudian diberangkatkan dari Maguwo pada pukul 11.16 WIB menuju Cilacap. Kereta tiba di Cilacap pada pukul 15.29 WIB.

Dari Cilacap, kereta akan diberangkatkan pada pukul 15.45 WIB menuju Stasiun Kutoarjo dan tiba di tujuan pukul 17.45 WIB. Penumpang tujuan Yogyakarta bisa melanjutkan perjalanannya menggunakan KA Prameks Kutoarjo-Solo yang berangkat dari Stasiun Kutoarjo pukul 17.55 WIB.

Dari Stasiun Kutoarjo, kereta kembali diberangkatkan pada pukul 18.30 WIB menuju ke Stasiun Purwokerto dan tiba di tujuan pada pukul 20.58 WIB.

Tarif yang diberlakukan selama masa promosi adalah Rp60.000 untuk tujuan Purwokerto-Maguwo dan Maguwo-Cilacap, serta Rp50.000 untuk tujuan Cilacap-Kutoarjo dan Kutoarjo-Purwokerto.

Setelah masa promosi berakhir, akan dikenakan tarif normal yaitu Rp80.000 untuk tujuan Purwokerto-Maguwo dan Maguwo-Cilacap, serta Rp60.000 untuk tujuan Cilacap-Kutoarjo dan Kutoarjo-Purwokerto.

Kepala PT KA Daop VI Yogyakarta Sinung Tri Nugroho mengatakan, tarif yang diberlakukan tersebut didasarkan pada beberapa komponen biaya dari sarana dan prasarana, bahan bakar, biaya pegawai, biaya perawatan termasuk keuntungan.

"Kereta ini tidak memperoleh bantuan pemerintah, dan tarif tersebut masih cukup terjangkau," katanya.
(E013)



Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026