Logo Header Antaranews Jogja

Perputaran uang perantau Gunung Kidul Rp30 miliar

Senin, 27 Agustus 2012 19:40 WIB
Image Print
Ilustrasi perputaran uang perantau (Foto antaranews.com)

Gunung Kidul (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprediksikan perputaran uang perantau selama Lebaran mencapai Rp30 miliar.

"Perantau yang mudik Lebaran ke Gunung Kidul sekitar 15.000 orang. Ketika pulang ke desa, para pemudik dipastikan membelanjakan uangnya. Jika rata-rata setiap pemudik membelanjakan uangnya rata-rata Rp 2 juta, maka selama Lebaran ini, perputaran uang perantau sekitar Rp 30 miliar dibelanjakan di Gunung Kidul," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Pemkab Gunung Kidul, Azis Saleh di Gunung Kidul, Senin.

Azis mengatakan, menjelang Lebaran, hampir semua pusat perbelanjaan dibanjiri pembeli dan hampir semuanya pemudik. Bahkan berbagai toko besar terutama pakaian, toko elektronik, alat rumah tangga, meubel dan rumah makan yang biasanya jam 21.00 WIB sudah tutup, tetapi karena berjubelnya pembeli mereka tutup hingga pukul 23.00 WIB.

"Uang perantau yang pulang kampung dihabiskan untuk belanja berbagai kebutuhan pokok Lebaran, termasuk kebutuhan rumah tangga keluarganya atau orangtuanya di desa diantaranya dengan membelikan meubel, elektronik dan yang lain, tetapi juga uang khusus untuk sodakoh bagi keluarganya," kata Azis.

Kata Azis, meski perantau sebagian besar tidak pulang kampung, mengirim uang ke keluarga mereka lewat wesel, transfer bank atau dititipkan keluarganya yang mudik.

"Jadi perputaran uang Lebaran di Gunung Kidul tetap tinggi, meski banyak perantau tidak pulang kampung," kata dia.

Menurut dia, uang yang dibelanjakan perantau yang mudik sangat berdampak positip bagi warga Gunung Kidul.

Meskipun tidak secara langsung, tetapi bantuan para perantau termasuk banyaknya uang yang dibelanjakan di Gunung Kidul ini, bisa sedikit banyak mengatasi kemiskinan, kata dia.

Ia mengatakan, kepedulian perantau bukan hanya untuk keluarganya, tetapi juga masyarakat dan desa kelahirannya. Karena banyak perantau yang selama ini membantu pembangunan desa diantaranya membangun jalan, jembatan, berbagai tempat ibadah atau sarana fisik lain.

"Meskipun sudah merantau, selama ini masih sangat kuat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya berbagai ikatan keluarga perantau yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Mereka membantu uang untuk perkembangan di Gunung Kidul," kata dia.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026