Logo Header Antaranews Jogja

Stok BBM bersubsidi di Bantul aman

Senin, 10 September 2012 18:21 WIB
Image Print
SPBU Nonsubsidi untuk mendukung program pemerintah dalam pembatasan BBM bersubsidi (Foto antarafoto.com)

Bantul, (ANTARA Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan bahwa stok bahan bakar minyak bersubsidi atau jenis premium untuk komsumsi seluruh warga kabupaten ini aman.

"Kalau untuk Bantul saya kira aman sampai Desember mendatang, selain itu juga tambahan yang sebanyak 4 juta kiloliter se Indonesia juga akan memperkuat cadangan BBM di daerah," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sulistyanto, Senin.

Menurut dia, penggunaan BBM bersubsidi untuk seluruh Bantul sampai saat ini telah mencapai sekitar 60 persen, sehingga dalam tiga empat bulan ke depan masih aman.

"Setidaknya BBM bersubsidi mampu mencukupi kebutuhan bagi mereka yang berhak, seperti industri kecil menengah, nelayan. Apalagi sudah ada kebijakan pengendalian pembatasan untuk pengecer," kata dia.

Kebijkan untuk mengendalikan itu, lanjut dia dengan membatasi pembelian bagi pengecer maksimal 20 liter sehari, sehingga jangan sampai BBM bersubsidi habis diborong pengecer.

"Hampir semua atau sekitar 90 persen pengecer di Bantul mempunyai usaha sampingan, karena jarang sekali mereka yang jual bensin saja. Pembatasan bagi IKM itu juga akan dibuatkan Peraturan Bupati (Perbup)," katanya.

Menurut dia, selama Lebaran pihaknya memang pernah mendapat laporan tentang tersendatnya pasokan BBM di sejumlah daerah khususnya di pedesaan, akan tetapi itu hal yang wajar.

"Memang ada beberapa SPBU yang sempat kehabisan, dan harus menunggu beberapa jam menunggu pasokan, namun saya kira itu mungkin saja terutama jauh dari kota, namun kalau sampai langka saya rasa tidak," katanya.

Ia mengklaim komsumsi BBM bersubsidi di Bantul masih dimungkinkan aman jika dibanding dengan daerah lain di DIY, terutama di Kota, akan tetapi pihaknya juga tidak mempermasalahkan jika ada alokasi ke kota.

"Jatah BBM itu kan untuk provinsi, jadi kalaupun ada alokasi ke kota bisa saja jika daerah lain kelebihan," kata dia.




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026