Logo Header Antaranews Jogja

Rupiah Selasa pagi melemah meski terbatas

Selasa, 11 September 2012 09:32 WIB
Image Print
rupiah melemah atas dolar (foto antaranews.com)

Jakarta (ANTARA Jogja) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah pada Selasa pagi sebesar 22 poin meski masih dalam kisaran yang terbatas.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Selasa pagi bergerak melemah sebesar 22 poin menjadi Rp9.585 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.563 per dolar AS.

"Pelemahan rupiah masih terbatas itu karena masih adanya sikap pasar yang optimis atas stimulus yang kemungkinan akan diberikan oleh The Fed(Bank Sentral AS,red) pada pertemuan "Federal Open Market Committee" (FOMC) pada Kamis (13/9) nanti," kata Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada di Jakarta, Selasa.

Reza Priyambada menambahkan, meskipun optimisme itu belum pasti, ekspektasi itu telah berhasil menahan pelemahan mata uang dalam negeri.

Hingga saat ini, kata Reza , pasar memperkirakan stimulus itu berupa program pembelian obligasi yang kurang lebih sama dengan program "quantitative easing (QE) atau perpanjangan suku bunga rendah dari batas 2014 menjadi hingga 2016-2018.

Sementara itu, pengamat Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, investor kembali mengkhawatirkan Yunani yang tidak memenuhi target ditengah harapan pengumuman QE tahap tiga oleh the Fed pada FOMC 12-13 September minggu ini.

"Yunani lagi-lagi membuat kekawatiran. Kembali, pemerintah koalisi tidak mencapai kesepakatan untuk memutuskan besarnya pengetatan anggaran," kata Lana.

Ia menambahkan, isu Yunani dan solusi krisis utang di UE masih akan terus menjadi kekawatiran investor. Dalam jangka pendek, spekulasi terhadap kemungkinan keputusan the Fed untuk memberikan stimulus baru (QE3) pada pertemuan 12-13 September mendatang akan mengurangi sentimen negatif tersebut.
zmf



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026