Logo Header Antaranews Jogja

Harga sapi jelang Idul Adha naik

Jumat, 21 September 2012 15:43 WIB
Image Print
Ilustrasi peternakan sapi (foto antaranews.com)

Bantul (ANTARA Jogja) - Harga sapi hidup di kalangan peternak Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjelang Idul Adha 1433 Hijriah naik rata-rata satu juta rupiah per ekor.

Peternak sapi di Desa Segoroyoso, Pleret, Bantul, Ilham Ahmadi di Bantul, Jumat mengatakan kenaikan harga sapi terjadi sejak pascalebaran lalu dan terus naik sampai saat ini.

"Harga sapi sudah naik dari yang sebelumnya Rp9 juta saat ini menjadi Rp10 juta/ekor , tergantung beratnya, tapi rata-rata mencapai 300 kilogram harganya segitu," kata dia.

Menurut dia, harga jual sapi dihitung berdasarkan berat, atau per kilogram dipatok dengan harga Rp33.000, berbeda dengan sebelumnya yang masih berkisar Rp29.000 sampai Rp30.000 per kilogramnya.

"Jadi semakin gemuk maka harga jual sapi makin mahal," katanya.

Ia mengaku kenaikan harga sapi ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya untuk suplai hewan kurban Idul Adha pada Oktober mendatang juga perawatan ekstra sebagai upaya penggemukan sapi.

"Kita melihat animo permintaan sapi, dan biasanya harga naik menjelang Idul Adha karena permintaan shohibul kurban, namun setelahnya akan turun lagi," katanya.

Meski begitu, lanjut dia peningkatan permintaan sapi untuk hewan kurban saat ini masih belum begitu dirasakan, menurutnya permintaan mulai terlihat dalam dua minggu ke depan.

"Kalau pesanan dari luar daerah justru sudah datang beberapa, namun dari Bantul belum terlihat, biasanya kurang 15 sampai 20 hari dari Idul Adha mulai banyak permintaan," katanya.

Terkait persiapan menghadapi Idul Adha tahun ini, dirinya akan menyediakan sapi hingga 300 ekor, namun jika permintaan lebih maka disuplai dari peternak setempat.

"Memang tidak ada persiapan khusus, dan seperti tahun-tahun sebelumnya kita siapkan sapi sebanyak 300 ekor, dan pasti habis," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026