
Pemerintah diminta perhatikan pengelolaan kesehatan primer

Jogja (ANTARA Jogja) - Tim Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta meminta pemerintah memperhatikan pengelolaan kesehatan primer karena pelayanan kesehatan yang mudah, murah, dan berkualitas adalah hak seluruh rakyat.
"Kami meminta pemerintah mendukung komitmen nasional dan internasional dalam pengelolaan kesehatan primer secara teknis maupun keuangan," kata staf pengajar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Mora Claramita di Yogyakarta, Jumat.
Selain itu, menurut dia, Tim Kedokteran Keluarga FK UGM juga melihat perlu adanya kolaborasi dalam memperkenalkan pengembangan dan cara-cara mempertahankan pelayanan kesehatan primer tersebut.
Ia mengatakan akses ke layanan kesehatan primer adalah hak setiap anggota masyarakat. Deklarasi Alma Ata 1978 menyerukan aksi di tingkat internasional maupun nasional untuk memulai gerakan pelayanan kesehatan primer di seluruh dunia khususnya di negara-negara berkembang dalam koridor tatanan teknis dan ekonomi internasional baru.
Pelayanan kesehatan primer yang paripurna ini, kata dia, telah terbukti meningkatkan kualitas capaian status kesehatan dan menurunkan indeks "Millenium Development Goals" (MDGs) serta meningkatkan kepuasan pengguna dan pelaku layanan kesehatan primer. Dengan pelayanan kesehatan yang paripurna itu sekaligus akan menurunkan biaya kesehatan masyarakat.
Menurut dia pelayanan kesehatan primer yang paripurna membutuhkan dokter-dokter layanan primer yang tidak saja kompeten tetapi juga mahir dalam menangani kasus-kasus di lima tingkat pencegahan sakit. Kemahiran itu dapat dicapai melalui pendidikan berkelanjutan secara formal agar dapat melayani setiap anggota masyarakat dengan baik.
Dalam usaha meningkatkan kemahiran dokter-dokter layanan primer dasar di Indonesia itu FK UGM bekerja sama The IOWA University Carver College of Medicine, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia cabang Yogyakarta menyelengarakan "Clinical Updates on Primary Health Care 2012".
Menurut dia tahun ini adalah penyelenggaraan kegiatan tersebut yang kedua kali dan setiap tahun diikuti oleh lebih dari 100 dokter layanan primer dari berbagai penjuru Indonesia.
"Hasil kajian yang yang dilakukan pada 2011 terbukti pengetahuan partisipan meningkat secara signifikan setelah mengikuti `Clinical Updates on Primary Health Care 2011`," ujarnya.
(L.B015)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
