Logo Header Antaranews Jogja

Disdikpora DIY minta sekolah seriusi SNMPTN 2013

Rabu, 19 Desember 2012 20:59 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto la-dilacious.blogspot.com)

Jogja (ANTARA Jogja)- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta pihak Sekolah Menengah Atas maupun Madrasah Aliyah di Yogyakarta menyikapi dengan serius sistem baru Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri pada 2013.

"Saya meminta pihak Kepala Sekolah maupun guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) di Yogyakarta untuk serius menyikapi mekanisme baru Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 2013 ,"kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji di Yogyakarta, Rabu.

Dia mengatakan, mekanisme baru yang harus disikapi serius di antaranya mengenai kesesuaian data yang terkait nilai rapor, prestasi serta nama siswa yang dimasukkan ke dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) melalui sistem "on line" sebagai tahapan pendaftaran SNMPTN.

"Data yang harus dimasukkan ke dalam PDSS harus apa adanya sesuai dengan nilai kemampuan serta prestasi siswa,"katanya.

Hal tersebut, kata dia, disebabkan pada SNMPTN 2013 tidak lagi melalui mekanisme ujian tertulis namun dilakukan berdasarkan rekam jejak prestasi akademik siswa sejak kelas X.

Untuk mengantisipasi potensi manipulasi rapor oleh pihak sekolah, lanjut dia, maka apabila terdapat pihak sekolah yang diketahui tidak melakukan pemasukan data sesuai dengan nilai atau kemampuan siswa yang didaftarkan, akan mendapatkan sanksi berupa "black list" untuk tidak diperkenankan mengajukan siswanya mengikuti SNMPTN selama tiga tahun.

"Pihak sekolah yang ketahuan memanipulasi data akan di "black list" dari daftar peserta SNMPTN serta siswanya akan dilarang mengikuti SNMPTN selama tiga tahun, untuk itu apabila itu terjadi adik kelas siswa juga yang kan dirugikan,"katanya.

Selain itu, kata dia, pihak sekolah juga diimbau untuk tidak terlambat dalam mendaftarkan siswanya melalui pengisian PDSS yang dimulai pada 17 Desember 2012 hingga 8 Februari 2013.

"Kalau ada salah satu siswa yang terlambat tidak didaftarkan sesuai batas waktu yang ditentukan sudah tentu yang bersangkutan tidak dapat mengikuti proses SNMPTN, oleh karena itu harus betul-betul disikapi dengan serius,"katanya.

Sebelumnya, ketua panitia SNMPTN 2013, Budi Prasetyo Widyobroto pada sosialisasi SNMPTN 2013 di Yogyakarta, Selasa (18/12),mengatakan seleksi dilakukan berdasarkan rekam jejak prestasi akademik siswa sejak kelas X.

"Siswa yang mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 akan diseleksi rekam jejak prestasi akademiknya sejak kelas X," katanya .

Menurut dia, rekam jejak prestasi akademik siswa sejak kelas X yang menjadi syarat masuk perguruan tinggi negeri (PTN) itu berbeda dengan tahun lalu yang menggunakan nilai rapor siswa sejak kelas XI.

"Rekam jejak prestasi akademik siswa dilakukan sejak kelas X untuk menghindari kecurangan mengatrol nilai rapor. Dengan demikian guru yang akan bertindak curang bisa diminimalkan," katanya.

Ia mengatakan pada 2013 ada tiga jalur penerimaan mahasiswa baru, yakni SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Ujian Mandiri (UM).

(KR-LQH)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026