
Korban angin kencang Bantul peroleh bantuan

Bantul (ANTARA Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengupayakan bantuan bagi warga di daerah ini yang menjadi korban maupun rumahnya mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.
Kasi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Dewanto Dwipoyono di Bantul, Kamis, mengatakan, bantuan dana yang akan diberikan pemerintah kabupaten maksimal sekitar 20 persen dari total kerugian.
"Kami akan menyampaikan data kerusakan ke bupati, bahwa untuk kerusakan bangunan rumah kami usulkan mendapatkan bantuan sekitar 20 persen dari total kerugian minimal taksiran sebesar Rp500 ribu," katanya.
Menurut dia, sementara yang menjadi korban luka tertimpa pohon yang menjalani rawat inap selama tiga hari di rumah sakit kelas III juga akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan dana stimulan sekitar 20 persen dari total biaya perawatan.
Berdasarkan data kerusakan yang dihimpun akibat terjangan angin kencang, sejak Kamis pagi setidaknya ada beberapa rumah di daerah Mangunan (Kecamatan Dlingo), dan Bawuran (Kecamatan Pleret) rusak tertimpa pohon.
Selain itu, warga Dusun Banyudono, Desa Canden juga dilaporkan terluka pada bagian wajah akibat tertimpa pohon saat melintas di bulak dusun setempat, dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Rahma Husada Bantul.
"Jadi setelah situasi terkondisikan akan kami kumpulkan semua data kerusakan maupun korban jiwa dari jajaran anggota Tim Reaksi Cepat (TRC), Tagana maupun relawan dari pantauan di lapangan untuk kemudian satukan data dan diverfikasi," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya mengimbau warga untuk segera melaporkan jika terdapat pohon tumbang yang dinilai darurat, namun jika kondisi tidak parah, masyarakat diminta bergotong royong membersihkan pohon yang tumbang.
Menurut dia, pohon tumbang yang dinilai darurat seperti pohon yang berdiameter lebih dari 25 cm dan melintang di jalan raya, menimpa rumah atau pengguna jalan.
"Anggota kami terbatas jadi hanya fokus pada penganganan darurat, hari ini sedikitnya 30 personel dari tim evakuasi dan tim assesment dikerahkan dengan dua mobil Ranger, dua motor trail, dan enam gergaji mesin," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
