Logo Header Antaranews Jogja

Pedagang daging sapi mogok berdagang

Kamis, 17 Januari 2013 15:05 WIB
Image Print
Penjual daging (Foto ANTARA/Noveradika)

Jogja (ANTARA Jogja) - Harga daging sapi yang masih bertahan tinggi bahkan harganya semakin melambung beberapa hari terakhir menyebabkan banyak pedagang yang memilih mogok berdagang, seperti yang terjadi di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Kamis.

"Sejak Minggu (13/1) malam sudah ada isu pedagang daging akan mogok berjualan, tetapi baru terlaksana hari ini," kata Lurah Pasar Beringharjo sisi Timur Antoni Prasetyo di Yogyakarta, Kamis.

Di blok daging Pasar Beringharjo ada 100 pedagang daging, mulai dari daging ayam, kambing dan sapi. Jumlah pedagang daging sapi diperkirakan sekitar 30 orang.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta Suyana mengatakan, tidak bisa mengetahui alasan mogoknya pedagang daging sapi di Pasar Beringharjo.

"Mungkin mereka tidak memperoleh suplai daging sapi sejak semalam sehingga memilih untuk tidak berjualan," katanya.

Suyana mengatakan, akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian mengenai harga daging sapi yang cukup tinggi di pasar tradisional.

"Berdasarkan kewenangan, kami sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi harga daging sapi," katanya.

Suyana juga mengatakan, belum mengetahui kondisi pedagang daging sapi di pasar lain karena belum ada laporan.

Salah seorang pedagang daging di Pasar Beringharjo Nuryudi mengatakan, harga daging sapi di pasar bisa mencapai Rp92.000 per kg, padahal harga normal untuk daging sapi adalah sekitar Rp65.000 per kg hingga Rp70.000 per kg.

Ia mengatakan, aksi mogok tersebut akan dilakukan hingga Jumat (18/1).

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta Sri Harnani mengatakan, harga rata-rata daging sapi di beberapa pasar tradisional yang dipantau adalah Rp88.000 per kg.

"Rata-rata harga daging sapi Rp88.000 per kg. Tidak ada banyak perbedaan antara satu pasar dengan pasar lainnya," katanya.

Sementara itu Sekretaris Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Bagus Sumbarja mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi semakin mahalnya harga daging sapi.

"Harus ada koordinasi, terlebih mahalnya harga daging sapi tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di daerah lain," katanya.

(E013)



Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026