
Harga beras di Kulon Progo turun

Kulon Progo (Antara Jogja) - Harga beras di tingkat pedagang Pasar Induk Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, turun karena dipengaruhi jumlah pasokan beras yang kembali normal.
Seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Wates, Rawi, di Kulon Progo, Selasa, mengatakan saat ini harga beras mengalami penurunan karena wilayah Kulon Progo, Bantul, dan Sleman, serta Jawa Tengah sedang musim panen padi.
"Saat ini, harga beras jenis IR yang biasa dibeli masyarakat, tidak lagi mahal seperti pada bulan November tahun lalu sampai awal Februari ini," kata Rawi.
Ia mengatakan, beras jenis IR super dijual Rp7.500 per kilogram, kualitas 1 seharga Rp7.000 hingga Rp7.200, sedangkan beras kualitas premium, seperti Mentik Wangi dan Delanggu, berkisar Rp8.000 hingga Rp8.500.
Menurut dia, kenaikan atau penurunan harga beras di daerah itu biasanya terjadi karena pengaruh suplai. Apabila stok beras terjamin, harga tidak akan mengalami kenaikan.
"Kami memprediksikan harga beras akan tetap stabil atau normal hingga Mei mendatang," katanya.
Harga gula pasir masih stabil, yakni gula pasir putih Rp10.500 per kilogram, sedangkan gula pasir merah Rp11.000, minyak goreng curah Rp9.000, dan telur berkisar Rp17.000-Rp18.000.
Dia mengatakan harga bumbu dapur stabil tinggi, yakni bawang merah berkisar Rp14.000 hingga Rp18.000 per kilogram, bawang putih biasa Rp23.000 hingga Rp24.500, dan bawang putih jenis cating Rp28.000 hingga Rp29.000.
Seorang pedagang daging di pasar setempat, Yuliyanti, mengatakan harga daging ayam berkisar Rp23.000 hingga Rp26.000 per kilogram, Kondisi harga daging ayam dipengaruhi oleh jumlah permintaan.
"Stok daging ayam sangat cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat Kulon Progo. Wilayah ini termasuk produsen daging ayam tertinggi di DIY," katanya.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
