
Pengamat: APBN-P 2013 bakal lolos
Minggu, 16 Juni 2013 20:02 WIB

Jakarta (Antara Jogja) - Pengamat Charta Politika Yunarto Wijaya menyakini paripurna DPR akan menyetujui APBN-P 2013 meskipun ada penolakan dari sejumlah partai.
"Jadi lolos lebih besarlah kali ini, kalau kita baca berulang-ulang padangan fraksi dan postur APBN sekarang, juga sulit untuk menolak. Posisi tegas baru PDIP, Hanura dan PKS, sementara Gerindra abu-abu," katanya melalui sambungan telpon kepada Antara, Minggu.
Ia menyakini APBN P 2013 akan lolos dengan mudah, mengingat konstelasi partai-partai politik di koalisi pemerintah tanpa PKS yang solid. Partai Golkar juga tidak menunjukan gelagat untuk melakukan manuver di paripurna DPR.
Di sisi lain, hanya Partai PDIP dan Hanura yang tampak solid untuk menolak. Sementara Gerindra sampai saat ini lebih menunjukan sikap mengakomodir kebijakan tersebut.
Sementara itu, terkait penolakan yang dilakukan Partai keadilaan Sejahtera (PKS), ia menilai hal itu hanyalah politik pencitraan sesaat.
"PKS tahu dirinya memilih kalah, PKS akan tetap menolak, karena pola yang dimainkan PKS selalu sama, memainkan populis yang dimulai pra kondisi dan PKS tidak mungkin menjilat ludahnya sendiri," katanya.
Menurut dia, pola lama drama politik PKS kembali diulang. Kebijakan populis ini dipilih, untuk memberi kesan pro rakyat meskipun harus berbeda dengan koalisi partai-partai di pemerintah maupun terlihat tidak konsisten.
"Meski menolak BBM bersubsidi namun dirinya sepakat dengan BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat). Padahal BLSM ini merupakan aloksia dari dana yang disishkan dari pengurangan subsisid BBM, dan inkonsistensi ini kembali diulang," katanya.
Di sisi lain, menurut dia, meskipun menolak kebijakan pemerintah, namun menurut dia, PKS tidak mau menarik para menterinya dari kabinet. "Sama pola yang dimainkan sebelumnya, ini upaya untuk menaikan posisi tawar saja, karena memang tidak ada upaya yang lebih serius untuk menolak kebijakan itu," katanya.
(M041)
Pewarta : Oleh Muhammad Arief Iskandar
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
