
Tim SAR temukan satu korban KM Akau

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Tim Search and Rescue Pantai Baron dibantu Polsek Saptosari dan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan satu jenazah korban kecelakaan laut KM Akau Jaya Sembilan di Pantai Langkap.
Kapolsek Saptosari AKP Waluyo Wintara di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan pihaknya bersama Tim SAR Pantai Baron menemukan jasad korban KM Akau dalam kondisi yang sudah tidak dapat dikenali.
"Jasat korban ditemukan terselip di batu karang, tepatnya di Pantai Langkap, Krambil Sawit, Kecamatan Saptosari. Jenazah ditemukan sekitar jam 11.30 WIB," kara Waluyo.
Ia mengatakan, saat melakukan evakuasi, Tim SAR dan anggota polisi mengalami kesulitan untuk mengakat mayatnya. Lokasi ditemukan mayat dibebatuan dan tebing yang terjal dan curam.
"Kondisi mayat sudah tidak utuh, dan kami mengalami kesulitan saat evakuasi. Tim tidak mungkin lewat jalur laut begitu juga melewati jalur darat yang penuh dengan tebing terjal dan curam," kata dia.
Koordinator Tim SAR Pantai Baron Marjono mengatakan sulitnya medan membuat evakuasi mayat berjalan lambat.
"Kami masih mengusahakan evakuasi jenazah. Posisi mayat sangat sulit dilakukan evakuasi karena terjepit di antara batu karang dan itu menjadi kendala tersendiri," kata dia.
Ia mengatakan total korban KM Akau Jaya Sembilan yang berhasil ditemukan Tim SAR dan jajaran kepolisian Gunung Kidul, hingga hari ini sudah mencapai tujuh orang dari sembilan orang yang diperkirakan hilang.
"Hari ini batas pencarian korban kecelakaan laut. Meski proses pencarian dihentikan, kami masih akan melakukan pemantauan terhadap korban KM Akau Jaya," kata Marjono.
Selain korban KM Akau Jaya, lanjur Marjono, Tim SAR juga menemukan korban kecelakaan laut yakni Anjar Wahyudi (12) warga Dokringin, Nggerdu, Karanganyar yang terseret ombak pada 13 Oktober 2013.
Anjar ditemukan mengambang di Pantai Ngarom, Saptosari oleh Anggota Tim Search and Rescue (SAR) sekitar 09.00 WIB dengan kondisi tubuh masih utuh tanpa pakaian.
Setelah tenggelam dan terendam air laut selama tiga hari. Korban masih menggunakan kaos dan celana pendek. Tetapi, petugas menduga bahwa korban yang ditemukan ini ialah jasad Anjar karena melihat dari ukuran tubuh korban yang masih anak-anak.
Petugas langsung mengevakuasi jasad Anjar ke Posko Tim SAR Pantai Baron untuk kepentingan visum. Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga korban.
"Petugas SAR yakni Suyanto dan Suroso melihat jenazah korban dalam keadaan telungkup. Tim SAR dan anggota Polsek Saptosari langsung mengevakuasi jenazah korban," katanya.
Dia mengatakan dalam pencarian mayat korban KM Akau Jaya, Tim SAR menggunakan ilmu "titen". Berdasarkan pengalaman mencari korban kecelakaan laut, biasanya jenazahnya akan muncul tiga hari sekali.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
