
Kegiatan belajar mengajar di SD situasional

Jogja (Antara Jogja) - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta masih memberlakukan kebijakan khusus untuk kegiatan belajar mengajar tingkat sekolah dasar yaitu disesuaikan dengan situasi dan kondisi di tiap sekolah.
"Kegiatan belajar mengajar masih disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah. Sekolah masih diperbolehkan memulangkan siswa lebih awal untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Rabu.
Selain untuk SD, kebijakan khusus terkait abu vulkanik yang menyelimuti Kota Yogyakarta juga diberlakukan untuk siswa taman kanan-kanak (TK) yaitu memperpanjang waktu libur hingga Kamis (20/2). Kegiatan belajar mengajar akan kembali aktif pada Jumat (21/2).
Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan karena pelajar TK dan SD lebih rentan mengalami dampak abu vulkanik dibanding siswa tingkat SMP atau SMA/SMK yang memiliki kekebalan tubuh lebih kuat.
Edy mengatakan, seluruh sekolah dari jenjang TK hingga SMA/SMK sudah layak untuk kembali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, namun demikian, proses pembersihan sekolah dari abu vulkanik terus dilakukan.
"Siswa SMP dan SMA/SMK sudah melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai hari ini," katanya.
Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, lanjut Edy, akan meminta sekolah untuk mengintensifkan kegiatan belajar mengajar sehingga bisa mengejar ketertinggalan materi pelajaran selama libur.
"Sekolah masih memiliki hari cadangan yang bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan kegiatan belajar mengajar untuk persiapan Ujian Nasional maupun Ujian Akhir Sekolah Dasar," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, pembersihan fasilitas umum dan sekolah terus dilakukan.
"Hari ini ada sekitar 700 personel yang diterjunkan untuk membantu pembersihan sekolah," katanya yang menyebut proses pembersihan lingkungan dan fasilitas Umum dapat diselesaikan saat masa tanggap darurat berakhir pada Kamis (20/2).
(E013
Pewarta : Oleh Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
