
Bantul usulkan 425.600 liter premium untuk nelayan

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tahun ini mengusulkan sebanyak 425.600 liter premium untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak bersubsidi di kalangan nelayan setempat.
"Kebutuhan premium untuk nelayan itu dihitung berdasarkan asumsi berapa kali melaut, mulai dari selama musim panen, musim paceklik dan musim peralihan," kata Kasi Pengembangan Penangkapan Sarana dan Prasarana DKP Bantul, Istriyani, Rabu.
Menurut dia, tiap nelayan dengan kepemilikan sebuah perahu direkomendasikan bisa membeli premium bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ditunjuk maksimal 20 liter per `trip` atau setiap kali pembelian ketika hendak melaut mencari ikan.
Ia mengatakan, pada musim panen yang diasumsikan selama enam bulan, setiap nelayan mendapat rekomendasi 20 trip per bulan, musim peralihan (dua bulan) direkomendasikan 15 trip per bulan, sedangkan musim paceklik (empat bulan) hanya 10 trip per bulan.
"Saat ini jumlah perahu nelayan di Bantul 112 buah, dengan begitu kebutuhan premium selama musim panen diasumsikan sebanyak 268.800 liter, sementara musim peralihan 67.200 liter, sedangkan musim paceklik kebutuhannya 89.600 liter" katanya.
Menurut dia, kebutuhan premium yang dihitung sesuai asumsi melaut pada tiga musim selama setahun itu diusulkan agar nantinya para nelayan tidak kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi, sehingga tetap bisa melaut di setiap musim.
"Rekomendasi pembelian BBM untuk nelayan ini sebagai upaya pengendalian BBM bersubsidi di Bantul, karena mereka yang menggunakan rekomendasi ini haruslah nelayan yang memiliki perahu dan membelinya hanya pada saat akan melaut," katanya.
Ia mengatakan, ada dua SPBU yang ditunjuk untuk melayani nelayan, yakni SPBU di Srandakan untuk nelayan di wilayah Pantai Samas, Gua Cemara dan Pantai Pandansimo, kemudian SPBU Patalan bagi nelayan Pantai Depok dan Parangtritis.
"Dua SPBU sudah kami tentukan untuk mempermudah pelayanan kepada nelayan yang butuh premium, meski kami akui nantinya ada nelayan yang membeli tidak melalui rekomendasi, namun setidaknya jatah yang diberikan bisa mencukupi," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
