
Muhaimin: transmigrasi difokuskan untuk pertanian

Jakarta (Antara Jogja) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, mengatakan program transmigrasi akan difokuskan untuk pembukaan lahan bagi pertanian sehingga dapat menjadi sumber ketahanan pangan nasional.
"Transmigrasi harus menjadi penopang pembukaan lahan baru pertanian yang memang kurang di Jawa," kata Muhaimin ketika membuka Seminar Nasional Ketransmigrasian dengan tema "Bersama Transmigrasi Merajut NKRI" di Gedung Kemnakertrans, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis.
Dengan tujuan tersebut, Muhaimin menyebut program transmigrasi sangat membutuhkan keterlibatan lintas sektoral antara lain Kementerian Pertanian dan Bappenas sehingga dapat mengembangkan daerah transmigrasi.
"Transmigrasi harus melibatkan semua pihak lintas sektoral sehingga ada kebijakan-kebijakan, mungkin melalui inpres dari sektor-sektor tertentu seperti kesehatan, pendidikan, PU untuk lebih intens lagi menganggarkan untuk infrastruktur penopang kawasan transmigrasi," ujar Muhaimin.
Sementara itu, program transmigrasi juga akan dimanfaatkan untuk penguatan daerah perbatasan dimana Kemnakertrans akan mulai memberangkatkan transmigran dari anggota TNI pada tahun 2015 mendatang.
"TNI khusus untuk transmigrasi daerah perbatasan. Kita ingin melibatkan TNI terutama purnawirawan dengan kemampuan khusus seperti daya tahan, wawasan NKRI dan sebagainya," kata Muhaimin.
Strategi pembangunan transmigrasi di kawasan perbatasan itu akan dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat setempat, transmigran dari daerah asal dan transmigran dari TNI AD dalam satu kesatuan pemukiman.
Pembangunan transmigrasi di wilayah perbatasan yang sudah dilaksanakan antara lain di Kepulauan Natuna, Kalimantan Barat (Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sintang dan Kapuas Hulu), Kalimantan Timur (Nunukan), Papua (Arso, Tanah Merah dan Muting) serta NTT (Belu, Alor dan Timur Tengah Utara).
Kerja sama TNI-ABRI dengan Kemnakertrans di wilayah perbatasan itu dimaksudkan untuk dapat mengamankan perbatasan sehingga tidak terjadi konflik sosial, tidak ada gerakan separatisme, pembalakan liar, penangkapan ikan ilegal, "human trafficking", penyelundupan dan lain-lain.
Penyelenggaraan transmigrasi dinilai telah menunjukkan keberhasilan dengan terbentuknya 104 pemukiman transmigrasi menjadi ibukota kabupaten/kota, 383 pemukiman transmigrasi menjadi ibukota kecamatan, 1.183 pemukiman menjadi desa definitif dengan jumlah eks pemukiman transmigrasi mencapai sekitar 3.330 pemukiman.
Dua pemukiman transmigrasi juga bahkan telah menjadi ibukota provinsi yaitu Mamuju sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Barat dan Bulungan/Tanjung Selor sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Utara.
(A043)
Pewarta : Oleh Arie Novarina
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
