
12 pendaftar lolos kelas cerdas istimewa

Jogja (Antara Jogja) - Minat siswa mengikuti pembelajaran kelas cerdas istimewa tingkat sekolah dasar pada tahun ajaran 2014/2015 cukup tinggi, namun hanya ada 12 pendaftar yang dinyatakan lolos.
"Ada sekitar 100 pendaftar, namun yang dinyatakan lolos adalah 12 siswa. Mereka memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan," kata Kepala Seksi Manajemen Sekolah Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Aris Widodo di Yogyakarta, Jumat.
Seluruh siswa yang lolos kelas cerdas istimewa tersebut akan dikumpulkan dalam satu kelas untuk mengikuti pembelajaran di SD Negeri Ungaran.
Sejumlah syarat yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan bagi siswa kelas cerdas istimewa di antaranya memiliki IQ paling sedikit 130 dan sudah memperoleh rekomendasi dari Unit Konsultasi Psikologi (UKP) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Siswa yang diterima masuk kelas cerdas istimewa pada tahun ini, lanjut Aris, memiliki rata-rata usia yang lebih muda dibanding rata-rata usia masuk SD. "Mereka memiliki usia rata-rata enam tahun. Bahkan ada yang masih lima tahun," katanya.
Sedangkan tingkat kecerdasan para siswa tersebut paling tinggi adalah 159. Pada tahun lalu, terdapat siswa dengan IQ 170.
Pelaksanaan kelas cerdas istimewa, lanjut Aris, sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Pada penyelenggaraan tahun pertama, terdapat 24 siswa dan pada tahun lalu terdapat 12 siswa.
"Dari hasil evaluasi, para siswa tersebut memiliki perkembangan kecerdasan yang luar biasa. Di kelas cerdas istimewa ini, kurikulum yang diterapkan berbeda. Para pengajar mengikuti potensi dari anak agar bakat dan kemampuan siswa semakin terasah," katanya.
Selain membuka kelas cerdas istimewa untuk SD, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta juga memberikan peluang kepada siswa berprestasi untuk bebas menentukan sekolah.
"Prestasi ini adalah menjadi pemenang satu hingga tiga Olimpiade Sains Nasional (OSN) serta peringkat pertama hingga ketiga ujian nasional tingkat DIY," kata Aris yang juga Koordinator PPDB Jalur Prestasi.
Berdasarkan hasil pendataan, terdapat masing-masing lima siswa lulusan SD dan SMP yang masuk kategori siswa berprestasi. Seluruh siswa tersebut diperbolehkan memilih sekolah yang dikehendaki tanpa harus bersaing dengan siswa lain.
"Sudah ada surat keputusan dari kepala dinas. Mereka bisa masuk ke sekolah sesuai keinginannya," katanya.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan dari Forum Pemantau Independen (Forpi) Pakta Integritas Pemerintah Kota Yogyakarta pada proses pendaftaran SD diketahui bahwa pendaftaran berlangsung cukup lancar.
"Kami memantau di dua sekolah, SD Petinggen dan SD Jetisharjo. Pendaftar sudah melebihi kuota namun proses pendaftaran berlangsung lancar," kata Anggota Forpi Baharuddin.
(E013)
Pewarta : Oleh Eka Arifa Rusqiyati
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
