
Ekonom: kualitas SDM perlu ditingkatkan hadapi MEA

Jogja (Antara Jogja) - Indonesia perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 agar mampu bersaing, kata ekonom Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Edy Suandi Hamid.
"Dikutip dari data Bappenas 2013, kesiapan tenaga kerja Indonesia menurut Asian Productivity Organization (APO) menunjukkan dari setiap 1.000 tenaga kerja Indonesia hanya sekitar 4,3 persen yang terampil, sedangkan Filipina 8,3 persen, Malaysia (32,6), dan Singapura (34,7)," katanya di Yogyakarta, Minggu.
Ia mengatakan kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC) akan mulai diberlakukan pada 2015. Meskipun sudah dekat, persiapan masyarakat Indonesia menghadapi MEA masih minim.
"Indonesia layak khawatir mengingat belum adanya tindakan antisipatif atau langkah-langkah yang memadai karena terbatasnya sosialisasi dan pemahaman mengenai MEA di kalangan masyarakat," katanya.
Menurut dia, survei Litbang Kompas pada awal 2014 di 10 kota besar menunjukkan hasil yang mengejutkan. Hanya 42,5 persen masyarakat yang pernah mendengar apa itu MEA.
"Visi MEA adalah mewujudkan pasar tunggal dan berbasis produksi, mewujudkan wilayah ekonomi yang kompetitif dengan pertumbuhan ekonomi tinggi dan terintegrasi dengan perekonomian global," katanya.
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) itu mengatakan ada lima elemen inti pasar tunggal dan berbasis produksi yakni pergerakan arus barang, jasa, investasi, modal, dan tenaga kerja.
"Secara teknis pencapaian MEA 2015 menggunakan mekanisme dan inisiatif yang telah dibentuk oleh ASEAN selama ini yang diperkuat dengan penguatan institusi dalam kerja sama ASEAN," kata Edy.
(B015)
Pewarta : Oleh Bambang Sutopo Hadi
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
