Logo Header Antaranews Jogja

BI optimistis inflasi 2015 capai target

Sabtu, 7 Februari 2015 10:37 WIB
Image Print
Ilustrasi inflasi (Foto antaranews.com)

Jakarta (Antara Jogja) - Bank Indonesia optimistis laju inflasi pada 2015 akan mencapai target sesuai yang dicanangkan yakni antara 3 persen hingga 5 persen.

"Dengan kebijakan harga bahan bakar minyak yang sudah ditempuh oleh pemerintah (menurunkan harga BBM), memang kami confident (yakin) inflasi 2015 akan rendah dan terkendali. Bahkan beberapa perhitungan bisa turun menjadi sekitar 4 persen," kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Sabtu.

Perry secara tidak langsung menyampaikan kemungkinan adanya penurunan suku bunga acuan atau BI rate, namun ia menegaskan Bank Indonesia akan tetap melakukan kebijakan stabilisasi untuk mengantisipasi tekanan dari internal maupun eksternal.

"Ada beberapa faktor bagaimana BI merumuskan kebijakan moneternya antara lain suku bunga. Yang utama kita akan melihat perkembangan inflasinya. Inflasi memang menurun tapi kami harus pastikan bahwa inflasi akan terus menurun dan masuk ke dalam sasaran kita," ujar Perry.

Perry juga menambahkan, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) perlu dipastikan tetap terkendali. BI sendiri akan mengumumkan defisit transaksi berjalan kuartal IV-2014 pada minggu depan.

"Untuk tahun 2014 CAD itu sekitar 3 persen dari PDB. Tahun ini kita akan pastikan CAD itu juga akan tetap terkendali sekitar 3 persen dari PDB, karena dari sisi pemerintah akan banyak kenaikan impor terkait dengan pembangunan infrastruktur," kata Perry.

Selain itu, lanjut Perry, pihaknya juga terus mencermati kebijakan normalisasi Bank Sentral AS The Fed. Menurutnya, risiko-risiko keuangan global masih tinggi sehingga tetap perlu diantisipasi.

"Memang dari sisi moneter untuk jangka pendek ini kita masih memfokuskan pada stabilitas, meyakinkan inflasi turun, CAD terkendali dan juga antisipasi normalisasi The Fed. Nah, tapi kalau kebijakan makroprudensial, kan ada kebijakan moneter ada kebijakan makro. Kebijakan makro sudah kita arahkan lebih akomodatif untuk mendorong kredit dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Perry.
C005



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026