Logo Header Antaranews Jogja

Naga Batik 168 meter meriahkan PBTY X

Jumat, 27 Februari 2015 12:59 WIB
Image Print
Ilustrasi pertunjukan tarian naga, doc (Foto Antara/Ahmad Makhin/ags/14)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Naga batik sepanjang 168 meter akan diarak oleh sekitar 250 prajurit TNI AU untuk memeriahkan pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta X yang akan digelar di Malioboro pada Minggu, 1 Maret 2015.

"Naga batik tersebut akan menjadi naga terpanjang di dunia dan diharapkan bisa memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri)," kata Ketua Panitia Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) X Tri Kirana Muslidatun di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, naga batik yang disiapkan untuk diarak dalam pembukaan PBTY X tersebut merupakan naga pengganti untuk naga lama yang memiliki panjang 132 meter. Naga lama tersebut telah dibakar dan kemudian dilarung di Pantai Parangtritis Bantul.

Naga batik tersebut dibuat dengan biaya sekitar Rp100 juta dalam waktu dua bulan. Kain batik akan digunakan di bagian kepala dan ekor naga, sedangkn badan tetap menampilkan kekhasan naga yaitu memiliki sisik.

Pada pembukaan PBTY X yang dikemas dalam kegiatan kirab budaya itu, juga akan digelar Jogja Dragon Festival IV yang memperebutkan Piala Raja Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Sampai saat ini, sudah ada 15 kelompok yang akan tampil dalam festival tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari Yogyakarta saja, tetapi ada pula peserta dari Kabupaten Magelang, dan Salatiga Jawa Tengah.

"Selama karnaval budaya berlangsung, Jalan Malioboro akan ditutup. Penutupan dilakukan mulai pukul 18.00 WIB sampai 23.00 WIB," katanya yang berharap masyarakat bisa menonton kegiatan itu dengan tertib.

Kegiatan PBTY X akan berlangsung selama lima hari yaitu pada 1-5 Maret 2015 dipusatkan di Kampung Ketandan Kota Yogyakarta dengan berbagai acara seperti bazaar makanan, pameran budaya, atraksi naga barongsai, pertunjukkan wayang po tay hee dan wayang China Jawa (wacinwa).

Seksi Acara Panitia PBTY X Anggi Minarni mengatakan, pertunjukan wacinwa akan menjadi pertunjukan perdana kesenian yang sudah jarang dimainkan itu di arena PBTY.

"Akan ada pertunjukan wacinwa yang mengadopsi cerita tiga negeri. Selain itu juga akan dipamerkan wacinwa yang menjadi koleksi Museum Sono Budoyo Yogyakarta," katanya.

Ia berharap, kegiatan rutin tahunan tersebut tetap menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta. (E013)



Pewarta :
Editor: Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026