
Nilai transaksi JIFFINA capai 75 juta dolar AS

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Nilai transaksi Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia 2016 pada hari terakhir mencapai 75 juta dolar Amerika Serikat dari target yang ditentukan 250 juta dolar Amerika Serikat.
"Sampai hari penutupan sore ini nilai transaksi mencapai 75 juta dolar Amerika Serikat (AS). Memang masih jauh dari target sebagai event pameran mebel Jawa-Bali yang pertama," kata Ketua Organizing Committee Jogja Internastional Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2016 Endro Wardoyo di Yogyakarta, Rabu.
Meski nilai transaksi masih jauh dari target, menurut Endro, gelaran JIFFINA yang berlangsung 13-16 Maret 2016 di Jogja Expo Center (JEC) itu sudah cukup baik dalam mendatangkan buyer di tengah masih lesunya ekonomi global. Menurut Endro setidaknya ada sebanyak 1.320 pembeli atau buyers dari 43 negara yang hadir dalam pameran yang berlangsung tiga hari itu.
"Kalau dari sisi jumlah buyer-nya justru mebelihi target. Dari registrasi awal hanya 36 negara yang akan hadir, namun justru bisa mencapai 43 negara," kata Endro yang juga wakil ketua Asosiasi Industri Kerajinan dan Permebelan Indonesia (Asmindo) DIY itu.
Menurut Endro, penyelenggaraan JIFFINA tahun ini diikuti oleh 160 peserta pengusaha mebel yang berasal dari Yogyakarta, Bali, Solo serta Jepara yang menempati 90 stan. Hampir 100 persen peserta diperkirakan telah mendapatkan pesanan dari para buyer baik saat pameran maupun usai pameran digelar.
"Memang ada yang melakukan pemesanan sekaligus pembayaran secara langsung, namun ada pula yang menjanjikan pemesanan setelah acara pameran selesai," kata dia.
Peserta pameran yang peling banyak mendapatkan pesanan, menurut Endro, adalah peserta yang telah memiliki Seritifikat Legalitas Kayu (S-LK) melalui Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Dari seluruh peserta JIFFINA, menurut dia, yang telah memiliki S-LK mencapai 60 persen.
"Jelas yang diuntungkan memang yang sudah punya S-LK, sebab untuk buyer dari negara-negara Uni Eropa telah mewajibkan barang mebel harus bersertifikat," kata dia.
Dalam pameran mebel berskala internasional pertama di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) itu, menurut Endro, para buyer mancanegara justru lebih diuntungkan sebab mereka dapat bertransaksi langsung dengan para pengusaha atau perajin dalam negeri, tanpa melalui perantara. Sementara bagi pembeli dalam negeri bisa mendapatkan harga grosir yang relatif lebih murah dari harga di luar pameran.
"Keunggulan JIFFINA tahun ini varian produknya lengkap mulai dari mebel minimalis hingga, rustic atau antik, hingga yang memiliki sentuhan seni tinggi," kata dia.
(T.L007)
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
