
Kulon Progo waspadai harga daging jelang Ramadhan

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mewaspadai kenaikan harga daging menjelang Ramadhan dan Lebaran 2016 karena ketersediaan daging dipengaruhi pasokan.
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Senin, mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dan evaluasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), harga kebutuhan pokok yang diwaspadai adalah kenaikan harga daging sapi dan daging ayam yang dipengaruhi pasokan.
"Kami sudah meminta TPID meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ketersediaan kebutuhan pokok, khususnya harga daging yang tidak dapat diprediksi dan diintervensi," kata Hasto.
Meskin demikian, pihaknya berupaya bagaimana harga daging sapi di Kulon Progo tetap murah yakni mengoptimalkan pemanfaatan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pengasih.
Pihaknya telah meminta Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (DKPP) untuk mengerahkan kader dokter hewan melakukan pendampingan terhadap jagal pemotong hewan dengan gratis.
"Kami berupaya bagaimana di Kulon Progo, harga daging sapi murah atau tidak mengalami kenaikan. Yakni mengoptimalkan RPH dan meminta pedagang daging sapi di wilayah Kulon Progo mengambil daging di RPH Pengasih," katanya.
Selain itu, dia menjamin ketersedian beras di Kulon Progo cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Hal ini dikarenakan petani telah panen untuk masa tanam pertama dan kedua. Sehingga, ketersediaan beras ditingkat petani sangat cukup.
"Kalau ketersediaan beras sangat mencukupi, kami menjamin tidak akan ada lonjakan harga," katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga mengatakan Pemkab Kulon Progo berupaya mengendalikan inflasi sehingga tidak mempengaruhi daya beli masyarakat saat menjelang Ramadhan dan Lebaran 2016.
"Konsep kami dalam mengendalikan harga kebutuhan harga kebutuhan pokok adalah ketersediaan barang, akses distrisbusi barang dan kemampuan daya beli masyarakat," katanya.
Tiga hal ini sangat dibutuhkan sebagai bahan kajian apakah dibutuhkan operasi pasar atau tidak sehingga operasi pasar dapat terbaca satu bulan sebelumnya. "Selain itu, sebagai bahan kajian untuk memutuskan kebijakan intervensi harga kebutuhan pokok," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
