Logo Header Antaranews Jogja

Perhotelan diingatkan hindari perang tarif selama Ramadan

Minggu, 15 Mei 2016 22:44 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mengingatkan pengelola perhotelan di daerah ini untuk menghindari perang tarif selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1437 Hijriah.

"Menghadapi musim sepi pengunjung pada bulan puasa bisa saja pengelola hotel membuat program dengan potongan harga, namun jangan sampai langsung menawarkan tarif di bawah batas bawah," kata Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Herman Tony, di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, sesuai kesepakatan anggota PHRI DIY, hotel bintang lima dibatasi dengan tarif paling rendah Rp500 ribu, bintang empat Rp400 ribu, bintang tiga Rp300 ribu, bintang dua Rp250 ribu, dan bintang satu Rp200 ribu.

Herman mengatakan PHRI DIY akan memberi teguran langsung kepada pengelola hotel anggotanya yang melakukan penawaran harga di bawah standar batas bawah tersebut untuk mendongkrak tingkat hunian kamar hotel.

Menurut Herman, memasuki bulan puasa okupansi atau tingkat hunian kamar hotel bisa menurun rata-rata hingga 40 persen dari hari biasa.

Saat ini okupansi rata-rata perhotelan di DIY masih mencapai 60 persen atau kembali normal dari momen libur panjang pekan sebelumnya yang mengalami lonjakan hunian hingga mendekati 100 persen.

Penurunan itu, menurut dia, bisa disebabkan berkurang aktivitas masyarakat di luar kota, sehingga berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Yogyakarta yang terkait erat dengan tingkat hunian hotel.

Menurut dia, okupansi hotel akan kembali normal atau mengalami lonjakan pada H-7 hari raya Idulfitri 1437 Hijriah.

Guna menarik minat kunjungan atau mendongkrak okupansi, masing-masing pengelola hotel cukup mempromosikan program-program yang menarik bagi calon pengunjung, seperti menyediakan paket Ramadan seperti buka puasa, takjil, serta sahur secara gratis.

Menurut dia, saat ini PHRI DIY juga masih menunggu kepastian Program "Hore Vaganza" untuk menyambut Ramadan.

Program itu seperti yang diselenggarakan PHRI dengan Garuda Indonesia meliputi parket penerbangan, menginap di hotel dan restoran dengan harga murah.

"Untuk Program Hore Vaganza tahun ini kami masih menunggu kepastian dari PHRI pusat," kata dia lagi.

(T.L007)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026