Logo Header Antaranews Jogja

Bulog berencana tekan harga daging sapi segar

Senin, 6 Juni 2016 15:39 WIB
Image Print
Ilustrasi, pemjualan daging sapi (Foto ANTARA)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta berencana menekan harga daging sapi segar atau lokal di pasaran hingga di bawah Rp100.000 per kilogram melalui operasi pasar.

"Kami akan menekan harga daging sapi segar hingga di bawah Rp100 ribu dengan berusaha memutus mata rantai daging tersebut," kata Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional DIY M Sugit Tedjo Mulyono di Yogyakarta, Senin.

Sebelumnya, untuk operasi pasar (OP) daging sapi tersebut Bulog DIY memiliki rencana mendatangkan satu kontainer daging beku atau impor dari DKI Jakarta.

Namun sesuai hasil survei yang dilakukan Bulog DIY ke sejumlah pasar tradisional, sebagian besar konsumen lebih berminat membeli daging segar, hanya 10 persen kosumen yang memilih membeli daging impor.

"Jadi percuma saja kalau yang saya turunkan adalah harga daging beku, karena peminatnya hampir tidak ada," kata dia.

Oleh sebab itu, meski opsi itu belum dibatalkan, ia ingin mencoba fokus menekan harga daging sapi tradisional atau sapi segar dengan langsung membeli sapi hidup dari peternak lokal dan dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH) untuk dijual ke pasaran.

"Saya ingin mencoba memutus mata rantainya, karena biasanya untuk sampai ke RPH sudah melalui banyak "tangan" sehingga harga tinggi," kata dia.

Sugit menilai harga daging sapi tradisional yang saat ini di kisaran Rp115.000 - Rp120.000 per kg masih terlalu tinggi bagi masyarakat, sehingga diharapkan mampu diturunkan hingga di bawah Rp100.000 per kg.

"Saya targetkan harganya bisa sampai Rp85.000 per kg, kalau berhasil akan kami teruskan," kata dia.

Ia menargetkan OP daging sapi tradisional dapat dilaksanakan pada pekan ini, dengan target paling lama Kamis (9/6). Hari ini, petugas Bulog DIY masih dalam proses survei dan tawar menawar harga di tingkat peternak dan RPH.

Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY Sutarno mengaku pesimistis harga daging sapi tradisional mampu ditekan hingga Rp85.000 per kg. Menurut dia harga itu sementara hanya mampu diterapkan untuk daging sapi beku atau impor.

Penurunan harga sapi milik peternak lokal, menurut dia, sulit dilakukan karena saat ini pemerintah tidak memiliki program fasilitas bantuan atau insentif bagi peternak untuk operasional perawatan sapi.

Apalagi, lanjut Sutarno, tipe peternak sapi lokal di DIY sebagian besar adalah peternak sapi rumahan yang belum tentu bersedia menjual sapinya, jika belum betul-betul membutuhkan.

"Sehingga sangat sulit untuk melakukan intervensi lebih jauh dalam penentuan harga jual," kata dia. ***3***

(L007)




Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026