
Bulog: serapan beras normal kembali pada Januari

Yogyakarta (Antara Jogja) - Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta memperkirakan serapan beras di Daerah Istimewa Yogyakarta mulai normal kembali pada Januari 2017.
"Kami memperkirakan serapan beras dan gabah dari petani akan normal kembali pada Januari," kata Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Muftahul Ulum di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut Miftah, hingga saat ini Bulog DIY masih menyerap beras petani, namun persentasenya menurun drastis dibanding bulan-bulan sebelumnya yakni dari 200 ton per hari menjadi 75 ton per hari. "Saat ini yang diserap tinggal simpanan petani saja," kata dia.
Ia meyakini serapan beras dan gabah petani di DIY akan mulai meningkat kembali setelah memasuki masa panen yang diperkiaran jatuh pada Januari. Saat memasuki masa panen, serapan beras petani bisa mencapai 300 ton per hari.
"Januari sudah masuk masa panen karena pertengahan Oktober hingga Desember, diperkirakan DIY sudah melalui musim hujan," kata dia.
Menurut Miftah, Bulog DIY akan membeli beras petani yang telah memenuhi standar kualitas dengan ketentuan kadar air maksimum 14 persen, butiran patah 20 persen, menir 2 persen, dan derajat sosoh 95 persen dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp7.300 per kilogram (kg).
Meski serapan beras saat ini masih rendah, Kepala Bidang Pengadaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Divre DIY Unggul Tri Sunu mengatakan hingga September 2017 stok beras yang ada di tiga Gudang Bulog DIY, masing-masing di Kalangan, Logandeng Gunung Kidul, dan Pajangan Bantul mencapai 12.923 ton.
Stok beras itu diperkirakan mencukupi kebutuhan beras masyarakat DIY hingga November 2017. "Persediaan beras aman sampai November," kata dia.
(T.L007)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
