Logo Header Antaranews Jogja

BKPP DIY: TTI jaga stabilitas harga beras

Minggu, 26 November 2017 17:34 WIB
Image Print
Ilustrasi cadangan pangan (Foto antaranews.com) (antaranews.com)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Daerah Istimewa Yogyakarta merasa optimistis Toko Tani Indonesia akan mampu menjaga stabilitas harga komoditas pangan, khususnya beras, menjelang liburan Natal.

"Stabilitas harga beras selama liburan akhir tahun akan ikut dipengaruhi adanya toko tani indonesia (TTI)?di DIY," kata Kepala Subbidang Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Sumaryatin di Yogyakarta, Minggu.

Sumaryatin berpendapat bahwa TTI memiliki fungsi strategis, baik bagi petani maupun konsumen hasil pertanian.

TTI, menurut dia, efektif menjaga stabilitas harga dengan memotong mata rantai distribusi atau tata niaga yang panjang.

"Dengan memotong rantai distribusi, maka harga pangan makin terjangkau konsumen dan di sisi lain juga melindungi petani," katanya.

Melalui TTI, kata dia, BKPP DIY dapat menggencarkan program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) untuk mendukung stabilisasi komoditas pangan, termasuk harga beras di pasaran.

Setelah diluncurkan di awal Juni 2016 di DIY, kata Sumaryatin, kini terdapat 34 TTI yang beroperasi di empat kabupaten dan satu kota setempat yang mendapat pasokan beras dari 10 gabungan kelompok tani (gapoktan)?di DIY.

Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional, menurut dia, hingga saat ini belum ada tanda-tanda gejolak kenaikan harga. Hal itu disebabkan secara umum persediaan komoditas pokok di tingkat pedagang mencukupi.

"Kemungkinan jika ada kenaikan hanya untuk daging sapi, ayam, dan telur. Kenaikannya juga akan wajar saja, tidak menonjol," katanya.

(T.L007)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026