
Warga Merapi diimbau tenang dan waspada

Sleman (Antaranews Jogja) - Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Muslimatun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi letusan Gunung Merapi yang terjadi pada Jumat pagi.
"Letusan tersebut tergolong letusan freatik seperti yang terjadi sebelumnya. Masyarakat untuk tetap tenang. Tapi harus tetap `waspodo` (waspada) dan `prayitno` (hati-hati). Kami minta masyarakat untuk menggunakan masker guna mengindari debu akibat letusan tersebut agar tidak terhirup," kata Sri Muslimatun saat mengunjungi Balai Desa Glagaharjo.
Sri Muslimatun mempersilakan masyarakat yang mengungsi di Balai Desa Glagaharjo tersebut untuk kembali lagi ke rumah masing-masing.
"Kami minta masyarakat untuk tidak beraktivitas di radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Saat seperti sekarang ini, tidak boleh naik ke KRB III, walaupun hanya mencari rumput atau sekadar melihat kebunnya, tetap tidak boleh," katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto berharap masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan. Namun masyarakat tetap selalu waspada terhadap aktivitas Gunung Merapi yang terus meningkat akhir-akhir ini.
"Kami selalu siap siaga untuk menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa saja terjadi ke depannya. Kami selalu siap kapan saja," katanya.
Sebelumnya, pada Senin (21/5), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status aktivitas Gunung?Merapi?dari tingkat Normal menjadi Waspada. Peningkatan status Normal menjadi Waspada tersebut disebabkan terjadinya letusan freatik disertai gempa vulkanik tektonik serta gempa tremor yang berulangkali.
Fungsional Penyelidikan Bumi BPPTKG Yogyakarta Subandrio menjelaskan bahwa peningkatan status?Merapi?menjadi waspada ini dimaksudkan agar semua pihak dapat bersiap lebih awal.
Peningkatan status ini harus disikapi secara proporsional, dalam artian tidak perlu berlebihan tapi juga jangan sampai lengah. Warga belum perlu mengungsi, tapi harus meningkatkan kewaspadaan," katanya.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
