Wagub DIY cek pos pelayanan mudik Gabusan

id posko mudik

Wagub DIY cek pos pelayanan mudik Gabusan

Ilustrasi. Posko Lebaran. (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)

Bantul (Antaranews Jogja) - Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X meninjau pos pelayanan di komplek Pasar Seni Gabusan, Kabupaten Bantul, untuk memastikan kesiapan menghadapi arus mudik dan libur Lebaran 2018.

"Ini sudah menjadi rutin, jadi secara umum teman-teman dari Dinas Perhubungan, Pramuka, kepolisian, TN,I dan Basarnas sudah siap dan alhamdulillah mendekati hari raya ini saya lihat semua ada," katanya usai meninjau Pos Pelayanan Gabusan Bantul, Selasa.

Menurut dia, semua komponen dan instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan selama Lebaran sudah siap bertugas, begitu juga dengan kelengkapan dan sarana prasarana yang ada di pos memadai untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

"Harapan saya ini juga bukan sekadar seremonial belaka, tetapi benar-benar ada kepedulian. Tadi saya juga tanya kalau sampai H-2 kalian (petugas dan relawan) tidak mudik, itu karena dicari yang berdomisili di daerah sekitar," kata Wagub.

Pos Pelayanan Lebaran Gabusan ini merupakan pos terpadu yang didirikan instansi gabungan yaitu Polres, Dishub dan Dinas Kesehatan Bantul, pos ini berada di jalur wisata atau Jalan Parangtritis, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat yang butuh informasi atau pelayanan petugas.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DIY GBPH Prabukusumo yang mendampingi Wagub DIY mengatakan, dalam rangka menyambut arus mudik maupun libur Lebaran yang nantinya di wilayah DIY banyak lonjakan wisatawan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait.

"Kita koordinasi dengan forkompinda (forum komunikasi pimpinan daerah) terutama terkait dengan kesiapannya, kami juga laksanakan pengaturan lalu lintas, dan siapkan alternatif-alternatif, kemudian berlakukan sistem buka tutup yang dimulai dari jalan masuk," katanya.

Dengan demikian, kata dia, jika ada alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di wilayah DIY terutama jalan masuk kabupaten atau kota yang berbeda seperti hari biasanya maka itu sebuah rekayasa lalu lintas untuk kendalikan arus, sehingga pengguna jalan diharap bersabar.

"Kamudian bagi warga Yogyakarta apabila tidak mempunyai keperluan yang penting tidak usah pergi, dan berikan kesempatan bagi tamu untuk `dolan`. Dan harapan kita untuk pedagang tidak menaikkan harga terlalu tinggi," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar