
Bantul maksimalkan pendampingan kelompok tani

Bantul (Antaranews Jogja) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memaksimalkan pendampingan terhadap kelompok tani maupun pembudidaya ikan guna meningkatkan produktivitas usaha mereka.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Kamis, mengatakan, ada dua program dinas dalam peningkatan produktivitas kelompok salah satunya pemberdayaan yang berupa pelatihan-pelatihan dan pendampingan.
"Kita ada program pemberdayaan kelompok tani, melalui pelatihan-peatihan dan pendampingan, namun kalau pelatihan sehari-dua hari itu belum cukup. Jadi kuncinya sebetulnya di pendampingan, lebih lama kita melakukan pendampingan itu lebih bagus," katanya.
Menurut dia, pendampingan yang biasanya dilakukan setelah pelatihan kepada kelompok tersebut baik dalam bidang perikanan maupun pertanian, untuk pertanian biasanya dikemas dalam Sekolah Lapang (SL) terpadu selama beberapa hari.
"Untuk bidang perikanan misalnya kolam ikan dengan teknologi matlair (hemat lahan dan air), dan itu juga tidak sekali, bahkan ada yang sampai lima minggu. Dan sejauh ini pelatihan dan pendampingan kita berikan kepada pengurus kelompok," katanya.
Dengan demikian, kata dia, pengurus atau ketua kelompok tani maupun pembudidaya perikanan bisa menularkan ilmu atau teknologi yang diperoleh dalam pelatihan ke anggota. Sejauh ini kegiatan itu efektif dalam memberdayakan kelompok.
"Seperti budidaya tanaman bawang merah organik di Nawungan itu kan hasil pelatihan, yang kita dampingi sejak tahun 2015, jadi tidak berhenti, namun dilakukan terus walaupun sejak masih kecil sampai sekarang jadi besar," katanya.
Pulung mengatakan, pada tahun anggaran 2018, instansinya mengelola anggaran sekitar Rp15 miliar, tetapi secara detail kegiatan pihaknya tidak hafal, namun komposisinya sekitar 50 persen untuk pemberdayaan, seperti pelatihan dan pendampingan.
"Pemberdayaan itu termasuk pelatihan, yang untuk infrastruktur pertanian sekitar 40 persen, ada bangunan untuk embung, irigasi. Kalau infrastruktur sudah hampir selesai, cuma nominal berapa saya lupa," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
