BBWS-SO : volume sampah di "Selokan Mataram" besar

id Sampah selokan Mataram

Ilustrasi- Sampah (Foto ANTARA)

 Sleman, (Antaranews Jogja) - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) Yogyakarta menyebutkan volume sampah di sepanjang aliran "Selokan Mataram" sangat besar terutama pada musim hujan yang didominasi sampah rumah tangga.
   
 "Kami sangat menyayangkan belum adanya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di 'Selokan Matarm', Saat ini volume sampah di sepanjang aliran sangat besar," kata Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) OP III Balai Besar Wilayah BBWS-SO Yogyakarta Ovi Anton Nugroho di Sleman, Senin.
     
Ia mengatakan, pada musim hujan volume sampah di "Selokan Mataram" jauh lebih banyak dari biasanya terutama di aliran mulai dari Maguwoharjo hingga Prambanan Kabupaten Sleman.
     
"Memang ada petugas BBWS-SO yang rutin melakukan pembersihan, namun harapkan kami yang terpenting adalah warga tidak membuang sampah ke saluran induk 'Selokan Mataram,' karena akan sangat menganggu dan berpotensi menimbulkan kerusakan sarana dan prasarana yang ada" katanya.
     
Menurut dia, pihaknya juga telah mendata semua kerusakan di saluran yang vital fungsinya bagi sektor pertanian tersebut.
     
"Kami sudah mendata dan menginventarisir kerusakan-kerusakan sarpras di 'Selokan Mataram' dan kami juga sudah melakukan beberapa perbaikan walaupun memang belum semua kerusakan dapat kami perbaiki," katanya.
   
Ovi mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan semua perbaikan karena terbatasnya anggaran yang ada. Sehinga, proses perawatan dilakukan secara bertahap dan diupayakan berkesinambungan.
   
 "Hanya proses pemeliharaan mulai dari ditata dan pertama dari hulu dahulu baru ke arah hilir, harapannya dalam jangka waktu tertentu nantinya akan bisa menjangkau keseluruhan panjang selokan," katanya.
     
Kepala Seksi Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Suryantana mengakui masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di "Selokan Mataram".
   
 "Semua itu harus dicari muasal sampah itu, kemudian koordinasikan dengan pemerintah setempat," katanya.
     
Menurut dia, permasalahan sampah semakin pelik karena keberadaan tempat pembungan sampah terpadu (TPST) di Sleman belum optimal.
   
 "Oleh karenanya banyak sampah berserakan, terutama di sepanjang 'Selokan Mataram' dan di lahan-lahan kosong di kawasan padat penduduk," katanya.
     
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar