Basket putra Indonesia tantang Filipina di final

id ASG 2019,Basket Indonesia ASG 2019,Hendrick Xavi Yonga

Derrick Michael, center dengan tinggi 201 cm yang menjadi andalan tim basket putra Indonesia di ASEAN School Games 2019 saat mengalahkan Thailand 65-55 di GOR Sahabat, Semarang, Senin, 22 /7/2019 (Atman Ahdiat)

Semarang (ANTARA) - Tim basket putra Indonesia mencatat sejarah lolos ke final Asean School Games (ASG) 2019 setelah mengalahkan Thailand 65-55 pada semifinal di GOR Sahabat, Semarang, Senin, dan akan berhadapan dengan Filipina yang terkenal memiliki tradisi basket yang kuat.

Pada semifinal, Filipina tidak menemui banyak kesulitan untuk menyingkirkan Malaysia 85-44.

Didukung sekitar 2.000 penonton yang memadati GOR Sahabat, Indonesia bermain serba salah pada awal pertandingan.

Banyak kesalahan yang dilakukan dan tidak terjadi koordinasi yang baik sehingga hanya bisa mencetak satu angka pada lima menit pertama saat Thailand unggul 6-1. Tapi mulai pertengahan kuarter kedua, Indonesia yang dilatih Rifky Antolyon mulai menemukan bentuk permainan.

Kejar mengejar angka pun terjadi dan melalui serangan yang dimotori Hendrick Xavi Yonga, anggota tim basket Pelajar Asia 2018, tuan rumah menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 24-23.

Pada babak kedua, Indonesia yang mengandalkan Derrick Michael, center dengan tinggi 201 cm untuk bertahan di bawah ring, mulai makin percaya diri dan memperbesar jarak keunggulan 49-39.

Satu menit terakhir, kepercayaan diri pemain Indonesia makin tinggi dan semakin menjauh dan mengakhiri perlawanan Thailand dengan skor akhir 65-55.

Hendrick Xavi Yonga tampil sebagai topskor dengan menyumbang 23 angka, disusul Darryl Sebastian dengan 13 angka, sementara Derrick mencetak delapan angka dan 10 rebound.

Sementara angka tertinggi untuk Thailand dicetak Pichayant Jaruwattanapanich dengan 20 angka.

"Pasti berat nanti menghadapi Filipina di babak final karena kita sudah pernah ketemu di babak penyisihan dan kalah banyak. Tapi kita pasti akan mencoba menampilkan permainan terbaik, " kata Derrick, siswa kelas 2 SMA Ragunan kelahiran Jakarta pada 1 April 2003.

Sukses tim putra setidaknya mengobati kekecewaan karena ditaklukkan Filipina 55-70 pada semifinal sebelumnya.

Tidak mengherankan jika para penonton yang didominasi pelajar tersebut langsung menyerbu para pemain untuk mengucapkan selamat di lapangan, seolah sudah menjadi juara.
 
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar