Yogyakarta memanfaatkan kenaikan DAK koperasi tingkatkan kualitas SDM

id Koperasi,SDM,uji kompetensi, DAK

Yogyakarta memanfaatkan kenaikan DAK koperasi tingkatkan kualitas SDM

Koperasi Indonesia (ANTARA)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Yogyakarta menerima dana lokasi khusus dengan nilai yang meningkat signifikan pada 2020 dibanding tahun lalu dan dana tersebut akan dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas SDM koperasi.



“Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) akan dilakukan melalui pelatihan dan uji kompetensi manajer koperasi,” kata Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Prabaningtyas di Yogyakarta, Selasa.



Pada tahun ini, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta memperoleh dana alokasi khusus (DAK) sebanyak Rp564 juta, meningkat dibanding tahun lalu yang sebanyak Rp380 juta.



“Jika pada tahun lalu banyak dilakukan pelatihan, tahun ini ada penambahan berupa uji kompetensi untuk 15 manajer koperasi. Jumlahnya memang terbatas karena belum semua koperasi di Yogyakarta memiliki manajer,” katanya.



Menurut dia, uji kompetensi untuk manajer koperasi tersebut sangat penting dilakukan guna meningkatkan manajemen pengelolaan koperasi sehingga kegiatan yang dilakukan koperasi mampu memberikan manfaat yang lebih baik ke anggota maupun masyarakat.



“Banyak pengelolaan koperasi yang belum dilakukan sesuai standar karena sumber daya manusia (SDM) yang mengelola juga belum memiliki kapasitas pengelolaan yang baik. Apalagi banyak pengelola koperasi yang sudah berusia tua, lebih dari 60 tahun,” katanya.



Oleh karena itu, lanjut dia, peserta uji kompetensi pun dibatasi hanya untuk koperasi yang dikelola untuk tujuan bisnis. Di Kota Yogyakarta saat ini tercatat ada 364 koperasi aktif.



“Dimungkinkan akan ada uji kompetensi lanjutan pada tahun berikutnya. Tidak hanya menyasar pada level manajer saja tetapi juga untuk posisi lain seperi kasir hingga pengurus koperasi,” katanya.



Pada tahun lalu, dana alokasi khusus yang diterima Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Yogyakarta hanya dimanfaatkan untuk pelatihan pengelola koperasi dan UKM yang diikuti 370 peserta yang terbagi dalam 240 peserta pelatihan SDM koperasi, pelatihan manajemen kewirausahaan untuk 100 UKM, dan pelatihan manajemen pemasaran untuk 30 UKM.



“Pada tahun lalu, kami juga melakukan pemeringkatan koperasi,” kata Prabaningtyas.



Hasil pemeringkatan koperasi yang dilakukan sejak 2018 hingga 2019, diketahui sebagian besar koperasi di Yogyakarta masuk kategori cukup berkualitas dengan 188 koperasi, koperasi sangat berkualoitas lima koperasi dan koperasi berkualitas 45 unit, serta koperasi tidak berkualitas 17 unit.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar