Logo Header Antaranews Jogja

Terhempas di pasaran, harga minyak

Selasa, 1 November 2022 06:08 WIB
Image Print
Ilustrasi harga minyak dunia turun. ANTARA/Shutterstock/aa.

Houston (ANTARA) - Terhempas di pasaran harga minyak Selasa pagi WIB di tengah ekspektasi bahwa produksi AS dapat naik.

Patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 94 sen atau 0,98 persen, menjadi menetap di 94,83 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun 1,37 dolar AS atau hampir 1,6 persen, menjadi ditutup di 86,53 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Meskipun turun pada hari Senin (31/10), harga minyak mencetak kenaikan pada bulan ini, sebagian didorong oleh keputusan pengurangan produksi utama yang diumumkan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.

Kedua harga acuan minyak mencatat kenaikan bulanan pertama mereka sejak Mei. Pada bulan Oktober, menurut Dow Jones Market Data, WTI menguat 8,9 persen, sementara Brent terangkat 7,8 persen.

Produksi minyak di Amerika Serikat naik menjadi hampir 12 juta barel per hari pada bulan Agustus, tertinggi sejak awal pandemi COVID-19, data bulanan pemerintah menunjukkan.

Presiden AS Joe Biden akan meminta perusahaan minyak dan gas untuk menginvestasikan sebagian dari rekor keuntungan mereka dalam menurunkan biaya bagi keluarga Amerika, kata seorang pejabat Gedung Putih.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Minyak jatuh karena kenaikan produksi AS, permintaan RRT meragukan



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026